PERISTIWA
Penerima Perhutanan Sosial Diminta Lindungi Kawasan dari Karhutla
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta penerima Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur menjaga kawasan dari kebakaran hutan dan lahan.
PANTAU24.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta kelompok penerima Perhutanan Sosial di Berau, Kalimantan Timur dan sekitarnya untuk menjaga kawasan kelola mereka dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam pernyataannya, Raja Juli menekankan bahwa pemberian akses kelola harus disertai tanggung jawab terhadap kelestarian kawasan.
“Ini bagian dari kebijakan kita agar hutan lestari tapi tetap bisa diakses oleh masyarakat sekitarnya, sekaligus menjadi cara kita mengelola konflik dan memberikan penanggung jawab yang jelas di kawasan tersebut,” ujar Raja Juli dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/8).
Enam sertifikat persetujuan Perhutanan Sosial kini telah diterima oleh kelompok masyarakat, salah satunya adalah LPHD Lobang Beloh yang mencakup area seluas 4.962 hektare untuk 85 kepala keluarga. Menhut mengingatkan pentingnya menjaga kawasan tersebut dari ancaman karhutla sambil memanfaatkannya secara produktif. “Mohon dijaga dari kebakaran dan jadikan lahan produktif,” pintanya.
Raja Juli juga mengingatkan LPHD Tebangan Lembak Dulun Batu Mate di Kutai Timur yang menerima persetujuan untuk area 4.693 hektare untuk 138 KK tentang konsekuensi jika kawasan tersebut menjadi sumber kebakaran. “Pesan saya sama, jangan sampai tempat Bapak justru menjadi pusat api, nanti dengan berat hati SK-nya saya cabut,” tegasnya.
Penerima lainnya termasuk KTH Pilinjau Lestari Squad seluas 28 hektare untuk 23 KK, KTH Sungai Alun Lestari di Bulungan seluas 1.350 hektare untuk 90 KK, LD Mara Satu di Bulungan seluas 748 hektare untuk 475 KK, dan LD Mara Hilir seluas 152 hektare untuk 212 KK. Raja Juli juga mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan land clearing, karena tindakan kecil seperti membuang puntung rokok bisa memicu kebakaran.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login