Connect with us

Editor's Pick

Dua Kardus Bekas Kemasan Susu Serdadu Berisi 23 Ekor Nuri Talaud Berhasil Diamankan di Pelabuhan Manado

Published

on

MANADO, PANTAU24.COM-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan 23 ekor Nuri Talaud (Eos Histirio) yang diangkut lewat KM Barcelona VA yang bersandar di Pelabuhan Manado sekira Pukul 07.00 WITA, pada Jumat, 18 Agustus 2023.

Sayangnya, dari hasil pantauan media ini, sebanyak 23 ekor burung paruh bengkok endemik Pulau Talaud, Provinsi Sulut itu tak bertuan. Tidak ada satupun penumpang kapal yang mengaku sebagai pemilik atau sekadar membawa dua paket kardus berisi satwa dilindungi tersebut. Termasuk anak buah kapal (ABK) yang bertugas menerima dan mencatat barang yang masuk ke dalam kapal.

Menariknya, dua kardus yang digunakan adalah bekas kemasan susu bubuk instan “Susu Serdadu” khusus untuk TNI Angkatan Darat. Di bagian atas kardus ada tulisan “KODIM” yang ditulis tangan menggunakan spidol hitam.

Sebelumnya BKSDA Sulawesi Utara mengembangkan informasi yang menyebut bahwa ada pengiriman burung nuri. Bekerjasama dengan sejumlah pihak, tim BKSDA Sulut yang dipimpin oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Bitung, Yaqub Ambagau melakukan tindak lanjut dengan menggelar patroli di Pelabuhan Manado.

Botol-botol air mineral yang berisi burung Nuri Talaud yang hendak diselundupkan dari Talaud ke Manado. (Foto: Pantau24.com/Marshal Datundugon)

Didukung oleh Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, patroli digelar sejak Kamis tengah malam, menanti kapal laut yang diduga mengangkut sejumlah nuri yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Tiba di Sulut, 73 Ekor Burung Kakatua Hasil Penyelundupan Akhirnya Dipulangkan dari Filipina

Setelah menunggu beberapa jam, KM Barcelona V.A yang melayari rute Melonguane – Manado pada hari itu merapat sekitar pukul 07.00 WITA. Pencegahan dilakukan begitu kapal sandar di dermaga. Tim BKSDA Sulut dibantu oleh tim Karantina Pertanian Pelabuhan Laut Manado dan PPS Tasikoki menyisir ruang-ruang yang ada di KM Barcelona V.A.

Bertepatan dengan patroli tersebut, tim dari Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado juga melakukan patroli pencegahan penyelundapan barang ilegal yang kerap terjadi dari wilayah perbatasan di Nusa Utara ke Manado.

Dari hasil penyisiran, dua dus berisi burung Nuri Talaud berhasil diamankan. Di dalam dus tersebut terdapat 23 Nuri Talud yang nyaris mati. Satu dus berisi 10 ekor dan satu dus lagi berisi 13 ekor. Pelaku menyiksa burung tersebut dengan memasukkan ke dalam botol air mineral. Tujuannya agar selama dalam perjalanan pengiriman yang menempuh waktu hingga 12 jam tersebut, burung tidak bisa bergerak sama sekali.

Nahkoda kapal serta sejumlah petugas kapal dimintai keterangan terkait keberadaan dua dus berisi Nuri Talaud tersebut. Namun semua petugas kapal mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana burung-burung itu berada di atas kapal. Pengiriman barang melalui kapal laut di sejumlah rute perairan Nusa Utara – Manado memang longgar. Acapkali pengelola kapal tidak mengetahui persis barang apa saja yang dibawa oleh penumpang.

Dua kardus bekas kemasan susu bubuk instan “Susu Serdadu” khusus untuk TNI Angkatan Darat yang digunakan untuk menyimpan burung selundupan. Di bagian atas kardus ada tulisan “KODIM” yang ditulis tangan menggunakan spidol hitam.(Foto: Pantau24.com/Marshal Datundugon)

Setelah mendapat penanganan di Unit Pelayanan Karantina Pertanian Wilayah Kerja Manado yang berada di kompleks Pelabuhan Manado, dan melakukan kooordinasi dengan Lantamal VIII Manado, 23 ekor Nuri Talaud tersebut kemudian diserahkan ke PPS Tasikoki untuk menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali.

Baca Pula:  Kepala BKSDA Sulut Imbau Tak Lagi Gunakan Tengkorak Yaki untuk Ornamen Adat

“Kejadian ini membuktikan bahwa upaya penyelundupan satwa liar yang dilindungi masih terus terjadi. Koordinasi dan kerjasama semua pihak sangat membantu pencegahan kejadian serupa di masa depan,” ujar Kepala SKW I Bitung BKSDA Sulut, Yakub Ambagau.

Yakub meminta masyarakat menghentikan aktivitas penangkapan dan perniagaan satwa liar dilindungi.

“Kami juga mengimbau agar tidak melukai, membunuh, menyimpan, memiliki dan memelihara satwa liar dilindungi. Mari jaga dan lestarikan satwa liar milik negara,” ujar Yakub.

Satu persatu burung dikeluarkan dari botol kemudian dipindahkan ke dalam kandang untuk selanjutnya dibawa ke PPS Tasikoki untuk menjalani proses rehabilitasi. (Foto: Pantau24.com/Marshal Datundugon)

Sementara itu Wakil Komandan Lantamal VIII Manado, Kolonel Marinir Mikaryo Widodo M.Han menjelaskan bahwa pihaknya saat ini telah membentuk Satgas Gakumla untuk menindak upaya penyelundupan melalui laut.

“Jika kami temui satwa liar dilindungi setelah melakukan prosedur dan membuat berita acara, satwanya akan diserahkan ke BKSDA untuk penanganan selanjutnya,” ujar Mikaryo di Mako Lantamal VIII Manado.

Meski tidak berhasil menangkap pelaku, namun Mikaryo berterima kasih atas koordinasi dan kerjasama dari berbagai pihak dalam upaya menggagalkan penyelundupan kali ini.

Manager PPS Tasikoki, Billy Lolowang menjelaskan bahwa ke 23 ekor Nuri Taluad itu akan menjalani sejumlah pemeriksaan oleh dokter hewan di klinik yang dimiliki oleh PPS Tasikoki.

“Semoga burung-burung ini bisa direhabilitasi dan pada saatnya dapat dilepasliarkan kembali ke habitatnya,” kata Billy.