PERISTIWA
Pelantikan Pejabat Kemenkeu dan Rencana Olah Batu Bara Jadi BBM
Pelantikan pejabat Kemenkeu disahkan, sementara Pemerintah Indonesia menjajaki pengolahan batu bara kalori rendah untuk BBM.
PANTAU24.com – Pengesahan pelantikan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan rencana pengolahan batu bara menjadi bahan bakar minyak (BBM) menjadi berita populer awal pekan ini. Pelantikan pejabat tersebut dipimpin oleh Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, dan menegaskan bahwa pejabat yang dilantik di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa tetap sah menjalankan tugas mereka.
Pada Senin (21/9), Suahasil Nazara memastikan bahwa langkah pelantikan ini merupakan bagian dari penyempurnaan mutasi dan promosi jabatan. Ini dilakukan setelah restrukturisasi besar-besaran dilaksanakan pada 10 September 2026. Dalam pelantikan terbaru, 14 pejabat baru dilantik untuk meningkatkan kinerja organisasi setelah melalui mekanisme evaluasi ketat oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Pasca pelantikan ini, seluruh jajaran di Kemenkeu diimbau untuk kembali memusatkan perhatian pada target kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk sektor penerimaan negara, pengawasan, belanja, dan pembiayaan. Optimalisasi kinerja ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal dan memastikan implementasi program strategis kementerian sesuai tenggat waktu.
Sementara itu, pemerintah Indonesia sedang mengembangkan strategi hilirisasi energi dengan mengolah batu bara berkalori rendah menjadi BBM. Presiden Prabowo Subianto berinisiatif melaksanakan langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi rantai pasokan minyak mentah internasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi gasifikasi batu bara diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor BBM, sehingga dapat menjaga devisa negara beredar dalam negeri. Negara-negara seperti China sudah menguasai teknologi ini, sementara Jerman dan Afrika Selatan dikenal berpengalaman dalam implementasi serupa.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login