PERISTIWA
Wamen HAM Tegaskan Pentingnya Penghormatan HAM Menuju Indonesia Emas 2045
Wamen HAM, Mugiyanto Sipin, menekankan pentingnya penghormatan HAM untuk fondasi pembangunan Indonesia Emas 2045.
PANTAU24.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto Sipin, menegaskan bahwa penghormatan terhadap martabat dan hak asasi manusia harus dijadikan sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam dialog bertajuk “Menuju 1 Abad Sumpah Pemuda – Pemikiran, Semangat dan Implementasi Menuju Indonesia Emas” yang diselenggarakan oleh Swarna Dwipa Institute di Jakarta pada Sabtu (31/10/2026), Mugiyanto menyampaikan bahwa nilai-nilai HAM harus tercermin dalam perilaku sehari-hari masyarakat dan dalam kebijakan negara, tidak hanya melalui peraturan formal.
Mugiyanto juga mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melawan diskriminasi, mengawasi jalannya kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan. “HAM perlu menjadi etika yang hidup di segala lingkungan. Kiblat HAM dunia bukan gelar yang kita berikan kepada diri sendiri. Ia merupakan kepercayaan yang diperoleh ketika pemikiran kita layak dirujuk dan praktik kita dapat dipercaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/11/2026).
Akademisi Frans Magnis-Suseno dalam forum yang sama menyoroti bahwa penindakan tegas terhadap praktik korupsi dan keadilan sosial adalah syarat mutlak mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Sementara pengamat Swarna Dwipa Institute, Febby Lintang, mengingatkan agar keberhasilan Indonesia Emas 2045 juga diukur dari indikator mikro dan cara bangsa melindungi kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Pendiri Swarna Dwipa Institute, Frans Immanuel Saragih, menyatakan bahwa organisasinya bertujuan menjadi ruang diskusi bagi generasi muda dalam merumuskan arah pembangunan dengan enam agenda strategis. Agenda tersebut mencakup penguatan persatuan, penghormatan HAM, dan pemerataan keadilan sosial.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login