Connect with us

PERISTIWA

Muhammadiyah Rangkul 5.362 Buruh Migran dalam Pemberdayaan Masyarakat

Muhammadiyah melalui MPM PP merangkul lebih dari 5.362 buruh migran, menguatkan pemberdayaan masyarakat.

Published

on

PANTAU24.com – Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 untuk memperkuat komitmen dalam memberdayakan kelompok masyarakat, termasuk merangkul lebih dari 5.362 buruh migran, terutama di Malaysia. Acara ini berlangsung di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Sabtu (31/1).

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin, menuturkan bahwa gerakan pemberdayaan ini dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. “Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis pada fase-fase berikutnya,” ujarnya. Konsolnas membahas langkah strategis bagi masa depan gerakan pemberdayaan, merajut kemandirian melalui Jemaah Tani Muhammadiyah dan Jemaah Nelayan Muhammadiyah.

MPM melalui komunitas Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu) juga menginisiasi forum Jendela Migran untuk memberikan pendampingan hukum dan penguatan spiritualitas kepada buruh migran. Nurul Yamin menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara komprehensif, menyentuh persoalan hukum dan spiritual keagamaan.

Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan pengamalan visi Muktamar Muhammadiyah ke-48, bertujuan mewujudkan ekosistem pemberdayaan masyarakat berkemajuan. “Arah gerak inilah yang sejalan dengan visi mewujudkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin, rahmat bagi semesta alam,” kata Budi.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengapresiasi MPM, menganggap gerakan ini sebagai sarana edukasi menerapkan nilai Islam Berkemajuan. “Saya memimpikan dan mengharapkan MPM betul-betul menjadi sarana edukasi, bagaimana kita membumikan Islam Berkemajuan,” tutur Hilman.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.