PERISTIWA
Pelajar SD di Kudus Mayoritas Sukai Metode Prasmanan MBG
Mayoritas siswa SD di Kudus menyukai metode MBG prasmanan karena makanan lebih segar dan bisa disesuaikan.
PANTAU24.com – Mayoritas siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjadi target uji coba, menyukai metode program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan. Metode ini dianggap lebih segar dan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan mereka.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kudus, Bellinda Sabrina Putri Birton, menjelaskan bahwa melalui model prasmanan, makanan dapat disajikan lebih cepat dan tetap hangat ketimbang metode sebelumnya yang menggunakan kemasan. “Melalui model prasmanan, penyajian makanan tentu lebih cepat dan makanan masih hangat dibandingkan dengan metode sebelumnya, yakni makanan dikemas terlebih dahulu sebelum didistribusikan ke sekolah,” ujar Bellinda di Kudus, Kamis.
Menurut Bellinda, model prasmanan juga dapat mengurangi sisa makanan karena siswa bisa mengambil porsi sesuai kebutuhan, termasuk memilih lauk yang mereka sukai. “Jika tidak menyukai makanan tertentu atau memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu, siswa tidak perlu mengambilnya dan bisa memilih makanan lain yang tersedia,” jelasnya.
Uji coba MBG dengan model prasmanan ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang diterapkan di dua SD negeri di Kabupaten Kudus, masing-masing di Kecamatan Kaliwungu dan Mejobo. Uji coba ini berlangsung selama dua minggu dengan menyasar siswa kelas V dan VI.
Berdasarkan hasil pemantauan, pelaksanaan model prasmanan dilaporkan berjalan baik dan mendapatkan respons positif dari siswa dan guru. “Akan tetapi, tetap diperlukan adaptasi dan sosialisasi lebih lanjut. Di lapangan, dibutuhkan perwakilan dari dapur penyedia MBG untuk datang ke sekolah dan mendampingi anak-anak saat mengambil makanan,” kata Bellinda.
Untuk siswa kelas rendah, seperti kelas I dan II SD, metode prasmanan masih memerlukan evaluasi lebih lanjut karena mereka membutuhkan pendampingan yang lebih intensif. “Nantinya perlu dikaji kembali atau dilakukan audiensi dengan pemerintah pusat terkait penerapan MBG prasmanan, khususnya untuk siswa kelas I dan II SD,” tambanya.
Meski demikian, keputusan mengenai penerapan metode prasmanan secara lebih luas masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Bellinda menegaskan, “Jika nantinya ada keputusan untuk memberlakukan metode prasmanan, Insya Allah Kabupaten Kudus siap melaksanakannya.”
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login