Connect with us

PERISTIWA

Polisi Gunakan Gas Air Mata di Yogyakarta untuk Bubarkan Massa

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di Yogyakarta agar mengamankan kawasan Malioboro dan stasiun.

Published

on

PANTAU24.com – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengonfirmasi bahwa situasi keamanan di pusat wisata Malioboro dan Stasiun Yogyakarta telah berhasil dikendalikan setelah terjadinya kericuhan pada Rabu (28/10) malam. Keributan tersebut melibatkan massa aksi yang akhirnya dibubarkan dengan gas air mata dan water cannon oleh aparat kepolisian.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, menjelaskan bahwa langkah pembubaran dilakukan karena massa yang bergeser ke area rel kereta api sekitar stasiun telah mengganggu ketertiban umum dan merusak fasilitas publik. “Prioritas kami malam ini adalah bagaimana mengendalikan situasi di lapangan, mengendalikan Malioboro agar kondisi dan situasi masyarakat serta wisatawan dapat beraktivitas kembali,” ungkap Kombes Ihsan di halaman DPRD DIY pada Rabu malam.

Tindakan tegas dan terukur ini juga diterapkan di sekitar Malioboro dan Stasiun untuk menjamin keamanan publik. Kombes Ihsan menambahkan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat Yogyakarta. “Karena itulah yang paling utama, prioritas kami adalah bagaimana keselamatan dan keamanan masyarakat Jogja bisa kami jamin malam ini,” tambahnya.

Polda DIY menegaskan akan menempuh jalur prosedural yang tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan perusakan fasilitas umum. Saat ini kepolisian masih melakukan identifikasi dan pendataan kerugian serta kerusakan fasilitas umum akibat kericuhan tersebut.

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengizinkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi selama aksi 28 Oktober 2026 asalkan tidak merusak. Sementara itu, Polri dan DPP KSPSI mengimbau mahasiswa di Bundaran HI agar menjaga ketertiban sesuai semangat Sumpah Pemuda.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.