Connect with us

PERISTIWA

Trump Beri Teguran Keras pada Iran dalam Konflik yang Memanas

Trump mengultimatum Iran terkait konflik, menegaskan pilihan antara kesepakatan atau tindakan militer harus diambil segera.

Published

on

PANTAU24.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa waktu untuk menyelesaikan konflik dengan Iran semakin terbatas di tengah upaya diplomatik yang berlangsung. Trump menyatakan bahwa Washington harus segera memutuskan apakah akan mencapai kesepakatan dengan Teheran atau mengambil tindakan militer lebih lanjut. “Mungkin Anda menghancurkan mereka. Kami harus mengambil keputusan itu. Kami menghancurkan mereka, atau membuat kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, yang dilansir dari Fox News, Kamis (1/10/2026).

Di tengah negosiasi yang masih berlangsung melalui mediasi Qatar, Trump menyatakan bahwa “waktunya akan segera tiba” untuk menentukan arah akhir dari konflik ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada Selasa sebelumnya menerima tanggapan terkini dari AS terkait proposal yang dijuluki “rencana tujuh hari”. Menurut Reuters, perbedaan utama kedua belah pihak kini berkisar pada urutan implementasi kesepakatan, meskipun poin utama rencana tersebut telah disepakati.

Proposal dari Iran menawarkan sejumlah langkah untuk membangun kembali kepercayaan, termasuk pembukaan Selat Hormuz jika tuntutan utama Iran dipenuhi, seperti pencabutan blokade pelabuhan dan pelonggaran sanksi minyak. Meski Trump menolak proposal Iran sebelumnya, Qatar terus menjadi mediator untuk mencari titik temu.

Selat Hormuz tetap menjadi elemen krusial dalam pembicaraan, mengingat peran strategisnya dalam perdagangan energi dunia. Aktivitas pelayaran perlahan meningkat, meski gangguan tetap berpotensi mempengaruhi pasokan energi global.

Di saat yang sama, penarikan pasukan AS dari Irak pada hari Rabu menandai akhir misi militer yang berlangsung sejak 2003, namun kerja sama keamanan masih berlangsung. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa keputusan antara kesepakatan atau aksi militer mungkin harus segera diambil jika tidak ada kemajuan melalui diplomasi.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.