PERISTIWA
Sekolah Rakyat Jadi Ruang Aman Tanpa Perundungan setelah Setahun Berjalan
Sekolah Rakyat berhasil jadi ruang aman tanpa bullying selama setahun sejak didirikan. Kebijakan tegas ini diungkap Mensos Saifullah Yusuf.
PANTAU24.com – Sekolah Rakyat, yang baru didirikan setahun lalu, telah berkomitmen kuat untuk menolak segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan arahan kepada tenaga kependidikan Sekolah Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia dengan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan hybrid melalui Zoom Meeting di Kantor Pusat Kementerian Sosial di Jakarta Pusat, pada Selasa (2/9/2025).
Gus Ipul menggarisbawahi tiga dosa besar yang harus dihindari dalam dunia pendidikan: perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. “Saya titip betul kepada seluruh kepala sekolah, wali asrama, dan wali asuh. Pertama, tidak boleh ada perundungan atau bullying dari siapapun kepada siapapun. Kedua, tidak boleh ada kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Ketiga, tidak boleh ada intoleransi. Kalau ada tanda-tanda, segera laporkan, segera tindaklanjuti, segera kita cari solusinya jangan dianggap enteng,” tegasnya.
Selain itu, Gus Ipul menekankan agar para tenaga kependidikan menjalankan perannya dengan empati, kesabaran, dan keteladanan. Sebagai sekolah rintisan, Sekolah Rakyat masih menghadapi berbagai tantangan. “Saya ingin bapak ibu semua bekerja dengan hati, menguatkan tekad, meningkatkan kemampuan, dan yang paling penting adalah sabar. Karena ini masih rintisan, banyak masalah. Mari masalah-masalah ini kita selesaikan dengan kesabaran, dengan kolaborasi, koordinasi, disiplin, dan musyawarah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Silva, wali asuh SRMP 28 Pasuruan, menyoroti tantangan keterbatasan jumlah wali asuh di tengah peningkatan jumlah siswa. Menanggapi hal ini, Gus Ipul memastikan semua masukan akan ditindaklanjuti dan pemenuhan sumber daya serta sarana prasarana dilakukan secara bertahap. “Segala kekurangan SDM, sarana prasarana, akan kita penuhi secara bertahap. Mohon bersabar,” kata Gus Ipul.
Arahan diakhiri dengan pesan dari Gus Ipul bahwa wali asrama dan wali asuh diharapkan tidak hanya bertugas sebagai pengawas, tetapi juga sebagai figur pengganti keluarga di sekolah. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi rumah kedua yang penuh kasih bagi para siswa. “Wali asuh dan wali asrama harus hadir dengan cinta, keteladanan, dan kesabaran,” tambahnya.
Diolah dari laporan Detik – Berita.


You must be logged in to post a comment Login