Connect with us

PERISTIWA

Pasukan AS Ditarik dari Irak, Kemenangan Bagi Iran?

Pasukan AS ditarik dari Irak, memberikan keuntungan strategis bagi Iran dan menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kebangkitan ISIS.

Published

on

PANTAU24.com – Pasukan Amerika Serikat (AS) akan menarik diri dari pangkalan terakhir mereka di Irak pada Rabu (30/9/2026). Langkah ini dirayakan sebagai kemenangan oleh Iran dan sekutu-sekutunya, yang kini memiliki pengaruh lebih besar di negara di mana 4.500 tentara Amerika tewas selama dua dekade konflik. Penarikan ini disepakati pada tahun 2024 di bawah Presiden Joe Biden dan dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump.

Menurut para pakar keamanan Irak, penarikan pasukan ini memberikan kebebasan bermanuver bagi Teheran dan sekutunya, meskipun langkah mundur Washington ini juga berpotensi memberikan ruang bagi kelompok teroris Islamic State (ISIS) untuk bangkit kembali. Analis keamanan Irak, Jasim al-Bahadli, menyoroti bahwa kepergian pasukan koalisi AS akan menghilangkan kehadiran militer yang selama ini menyeimbangkan pengaruh Iran di Irak.

“Iran akan mendapat keuntungan strategis dari kepergian koalisi karena hal itu menghilangkan kehadiran militer yang selama bertahun-tahun bertindak sebagai penyeimbang pengaruh Teheran di Irak,” papar al-Bahadli.

Senada dengan itu, Abu Mojtaba al-Yasiri, komandan Perlawanan Islam di Irak, menyatakan bahwa mereka akan merayakan kepergian ini sebagai akhir dari penempatan AS yang dianggap gagal. “Irak telah membuktikan bahwa kedaulatannya tidak dapat diamankan oleh pasukan asing, tetapi oleh perlawanan dan kemauan rakyatnya,” ungkap Yasiri.

Sementara itu, beberapa warga Irak, terutama dari kelompok Sunni, menyatakan kekhawatiran bahwa penarikan ini terlalu dini dan menciptakan kekosongan keamanan. Abdulrahman al-Zobaie, tokoh suku Sunni di Fallujah, menyebutkan bahwa Irak belum siap sepenuhnya mengelola keamanan. “Semua warga Irak mendambakan kedaulatan penuh, dan tidak ada warga Irak yang akan membantahnya,” ucapnya.

Iran melihat penarikan ini sebagai kemenangan telak, seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Amir Hayat Moqaddam: “Iran menyambut baik penarikan pasukan Amerika dari Irak dan niscaya akan mendukungnya.” Namun, pejabat keamanan Irak memperingatkan bahwa mundurnya AS bisa memicu kebangkitan ISIS dengan hilangnya dukungan intelijen dan logistik dari AS, sebagaimana dikhawatirkan oleh Komandan Kurdi, Sirwan Barzani.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.