PERISTIWA
KRI Sriwijaya-100 Disiapkan untuk Penanggulangan Bencana
KRI Sriwijaya-100 siap mendukung operasi non-perang termasuk penanggulangan bencana di Indonesia.
PANTAU24.com – Pemerintah Indonesia telah memastikan kesiapan kapal induk pertama, KRI Sriwijaya-100, untuk mendukung berbagai misi operasi militer selain perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana. Hal ini disampaikan oleh Kabiro Infohan Kemhan, Brigjen Rico Sirait, dalam siaran pers Bakom RI di Jakarta, Sabtu (17/10).
Rico mengungkapkan bahwa sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi risiko bencana alam yang tinggi. Dalam situasi darurat, terutama ketika akses darat terputus, keberadaan pangkalan terapung seperti KRI Sriwijaya-100 menjadi solusi vital untuk mendukung bantuan logistik dan operasi penyelamatan ke wilayah terisolasi.
KRI Sriwijaya-100 yang memiliki panjang sekitar 180 meter dan bobot mencapai 12.000 ton, dirancang dengan fasilitas geladak luas yang memungkinkan pengoperasian helikopter dan pesawat nirawak secara langsung dari tengah laut. “Kemampuan ini sangat penting bagi Indonesia dengan wilayah laut yang luas, ribuan pulau, dan risiko bencana yang tinggi,” kata Rico.
Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai misi kemanusiaan di seluruh pelosok tanah air, mulai dari pengiriman bantuan logistik, evakuasi korban bencana, hingga penanggulangan darurat di wilayah sulit dijangkau. Kehadiran KRI Sriwijaya-100 juga mendukung kemandirian nasional melalui keterlibatan industri pertahanan dalam negeri pada proses pemeliharaan dan modifikasi kapal.
Dengan kapal induk ini, Rico optimistis bahwa pertahanan maritim dan penanganan misi kemanusiaan di Indonesia akan semakin kuat. (antara/fra)
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login