Connect with us

PERISTIWA

Kemenhaj Dukung Upaya Saudi Berantas Makelar Layanan Haji Ilegal

Kemenhaj mendukung langkah Saudi mencegah praktik makelar pengadaan haji ilegal demi transparansi dan akuntabilitas.

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi dalam mencegah praktik ilegal perantara atau makelar dalam pengadaan layanan haji. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia untuk membasmi praktik percaloan dan memastikan pengadaan layanan haji berlangsung dengan transparansi, akuntabilitas, serta berpihak pada kepentingan jamaah.

“Kami menyambut baik surat edaran yang disampaikan oleh Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah terkait sikap tegas pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memantau dan melarang keras praktik-praktik makelar atau percaloan dalam proses pengadaan pelayanan haji di Arab Saudi,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Jumat.

Menurut Dahnil, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar proses pengadaan layanan haji, baik di Arab Saudi maupun Indonesia, terbebas dari praktik makelar dan percaloan.

Kemenhaj siap memperkuat kerja sama dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan seluruh proses pengadaan berjalan secara bersih. Dalam surat resminya, Pemerintah Arab Saudi juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan keabsahan kontrak dengan perusahaan penyedia layanan.

Praktik pemaksaan penggunaan perantara, pemberian hadiah berupa barang, maupun komisi finansial dengan dalih pemasaran atau alasan lainnya harus dicegah. Praktik tersebut berpotensi meningkatkan biaya paket layanan tanpa diimbangi peningkatan kualitas pelayanan bagi jamaah. Karena itu, kata Dahnil, setiap tahapan pengadaan dan penandatanganan kontrak harus sesuai ketentuan yang berlaku.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Antara – Top News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.