PERISTIWA
Menperin Tantang Industri Susu untuk Produksi Keju Khas Nusantara
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong industri susu untuk produksi keju khas Nusantara guna memperkuat ekonomi.
PANTAU24.com – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengajak industri pengolahan susu nasional untuk memperluas diversifikasi produk dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan mengoptimalkan kapasitas produksi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan nilai tambah, memperluas pasar, dan memperkuat kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian. Ajakan tersebut disampaikan Sarmuji saat mengunjungi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory) di Sentul, Kabupaten Bogor.
“Kami hari ini berkunjung ke pabrik Cimory. Awalnya kita mengenal Cimory sebagai produsen yoghurt, tetapi sekarang sudah berkembang dengan berbagai diversifikasi produk. Tadi kami tantang Cimory untuk memproduksi lebih banyak produk turunan susu, seperti es krim dan keju khas Indonesia,” kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Sarmuji melihat potensi pasar besar dalam pengembangan produk olahan susu yang sesuai dengan karakteristik dan selera masyarakat Indonesia, termasuk inovasi keju dengan cita rasa khas Nusantara. “Keju yang sesuai dengan selera orang Indonesia itu belum banyak dikembangkan. Kalau bisa dibuat keju ala Indonesia, mungkin akan lebih diminati dan pasarnya sangat terbuka,” tambahnya.
Dia menantang Cimory untuk merealisasikan inovasi produk tersebut dalam satu tahun ke depan. Menurutnya, peningkatan utilisasi industri nasional yang saat ini mendekati 70% masih bisa ditingkatkan hingga 80-85%, yang akan berdampak positif pada produk domestik bruto (PDB). “Kalau bahan bakunya tersendat, tidak tersedia dalam jumlah cukup dan harga yang kompetitif, tentu utilisasi industri akan rendah,” tegas Sarmuji.
Direktur Manufacturing PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Pamungkas Bayu Triprasetyo, menyambut positif tantangan ini dan menyatakan bahwa Cimory akan mengkaji peluang produksi berbagai produk turunan susu yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. “Kami mengkaji peluang untuk mengembangkan produk baru. Kami tidak akan bergerak hanya pada produk susu cair, tetapi juga akan meninjau berbagai produk turunan susu lainnya,” ujar Pamungkas.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login