Connect with us

PERISTIWA

KLH Pantau Kualitas Udara Setelah Erupsi Anak Krakatau

KLH pantau kualitas udara di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Lampung setelah erupsi Anak Krakatau, menunjukkan hasil kategori sedang hingga baik.

Published

on

PANTAU24.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan pemantauan kualitas udara di sejumlah wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung pasca erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026. Ini dilakukan sehubungan dengan sebaran abu vulkanik yang dihasilkan dari aktivitas gunung tersebut.

Berdasarkan pemantauan KLH, kualitas udara di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat umumnya berada pada kategori baik hingga sedang. Plt Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Noer Adi Wardoyo, menjelaskan bahwa tim teknis diterjunkan untuk memantau kualitas udara ambien, termasuk parameter PM2.5, PM10, serta konsentrasi gas sulfur dioksida (SO2).

“KLH atau BPLH menurunkan tim teknis untuk memantau kualitas udara ambien (PM2.5, PM10), konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2), serta kualitas air laut di pesisir Banten dan Lampung,” kata Noer Adi.

Hasil pemantauan pada 6 September 2026 menunjukkan bahwa beberapa wilayah di Banten masuk kategori sedang, antara lain Serang Sumurpecung dengan nilai ISPU 85, Tangerang Pasir Jaya 65, Tangerang Selatan Serpong 78, serta Cilegon Pulomerak 63. Sementara itu, Jakarta GBK memiliki nilai ISPU 64, dan Kabupaten Bogor Leuwiliang 83. Kabupaten Bekasi Sukamahi masuk kategori baik dengan nilai ISPU 39.

Sementara wilayah Sumatera bagian selatan menunjukkan kualitas udara lebih buruk dengan parameter kritis yang dominan adalah PM2.5. Beberapa wilayah seperti Kabupaten Lahat dengan ISPU 112, Kabupaten Musi Rawas 165, Kota Prabumulih 139, dan Jambi Paal Lima 166 masuk kategori tidak sehat. KLH masih mengkaji hubungan langsung peningkatan partikulat dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Koordinasi dengan BMKG, Badan Geologi atau PVMBG, BNPB, dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan mitigasi yang terpadu.

KLH mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil diminta berhati-hati dan menggunakan masker jika diperlukan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.