Gempa M6,5 yang terjadi dekat Kepulauan Seribu pada 12 September 2026 tidak berpotensi tsunami namun dirasakan di wilayah sekitarnya.
Gunung Anak Krakatau alami erupsi Strombolian, status siaga tetap dipertahankan. Masyarakat dihimbau tetap waspada terhadap potensi bahaya.
Intensitas erupsi Anak Krakatau menurun, namun Badan Geologi pertahankan kewaspadaan dengan status Siaga.
Kemarau ekstrem di Kalimantan menyebabkan Sungai Mahakam, Barito, dan Kapuas mengering hingga menyerupai hamparan gurun pasir.
Karhutla di enam provinsi menyebabkan 4 tewas dan 347 terluka. Informasi terkini dari Kemenkes mengenai dampak bencana ini.
AHY memastikan penyeberangan Merak-Bakauheni beroperasi dengan pengawasan ketat meski erupsi Gunung Anak Krakatau. Tidak ada indikasi peningkatan air laut maupun gelombang tinggi.