Connect with us

PERISTIWA

Polisi Tidak Tahan Tiga Tersangka Pembubaran Ibadah di Bantul

Tiga tersangka pembubaran ibadah gereja di Sewon, Bantul, belum ditahan meski status mereka telah dinyatakan sebagai tersangka sejak Agustus 2026.

Published

on

PANTAU24.com – Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini belum menahan tiga orang tersangka dalam kasus pembubaran ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera di Sewon, Bantul, yang terjadi pada Mei 2026. Ketiga tersangka tersebut berinisial D (47), BS (54), dan AH (55), yang telah ditetapkan sebagai tersangka sejak pertengahan Agustus. Menurut Kombes Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, mereka telah memenuhi panggilan pemeriksaan dan dinilai kooperatif oleh penyidik, sehingga belum dilakukan penahanan.

Kombes Ihsan menambahkan bahwa proses penyidikan masih berlangsung dan penahanan belum dilakukan berdasarkan penilaian subjektif penyidik. “Ketiganya selama ini kooperatif, dan penyidik punya pertimbangan sesuai KUHP. Tapi kasus ini terus berproses,” ujar Ihsan saat ditemui di Mapolda DIY, Sleman.

Kepolisian menekankan komitmen dalam memberikan perlindungan terhadap kegiatan keagamaan, dan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghormati proses hukum dan membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketiga tersangka dijerat pasal terkait Tindak Pidana Terhadap Kehidupan Beragama sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pembubaran ibadah ini terjadi pada Minggu pagi di bangunan gereja di Glugo, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kesbangpol setempat menyatakan ada penolakan dari organisasi masyarakat yang mempertanyakan status izin bangunan gereja tersebut.

Aksi oleh Laskar Forum Jihad Islam DIY menimbulkan trauma, terutama pada anak-anak jemaat. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengecam pembubaran ibadah ini sebagai tindakan yang melangkahi konstitusi dan tak sesuai ajaran agama. Di pihak lain, Ketua FJI DIY, Abdurrahman, menyebut tindakannya untuk mencegah konflik dengan warga semakin besar dan menyayangkan narasi intoleransi yang muncul.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.