PERISTIWA
MRT Jakarta dan Placemaking untuk Membangkitkan Sudut Kota
MRT Jakarta berperan dalam menghidupkan sudut kota Jakarta melalui pendekatan placemaking, tidak sekadar sebagai transportasi.
PANTAU24.com – Jakarta terus bergerak tanpa henti, baik melalui aktivitas perdagangan di siang hari maupun keragaman kuliner di malam hari. Meski demikian, kepadatan ini tidak selalu menandakan kawasan tersebut benar-benar hidup. Di sejumlah sudut kota, seperti di sekitar simpul transportasi, peluang untuk menghidupkan kembali area tersebut melalui pembangunan identitas kawasan sangat diperlukan.
Pendekatan yang diambil oleh PT MRT Jakarta dikenal dengan istilah placemaking. Kepala Divisi Business Planning & Expansion MRT Jakarta, R. Samuel Ryan Pradipta Pranowo, menekankan bahwa kawasan dapat dihidupkan kembali dengan menguatkan komunitas dan identitas lokal. Dalam acara MRTJ Fellowship Program 2026, ia menjelaskan bagaimana placemaking mendukung aktivitas masyarakat urban secara keseluruhan.
MRT Jakarta mendefinisikan ulang peran stasiunnya, tidak sekadar sebagai tempat transit, tetapi juga pintu menuju kawasan yang memiliki karakter tersendiri. Pendekatan tersebut tampak jelas di kawasan Blok M yang kini dikenal sebagai pusat kuliner dan gaya hidup, serta tempat berkumpulnya anak muda. Identitas kawasan ini berkembang seiring waktu, menjadi ‘Negara Blok M’ dengan serangkaian kegiatan yang menarik berbagai komunitas.
Kehidupan di Blok M kini lebih dari sekadar daya tarik untuk bertransaksi. Di media sosial, Blok M dikenal sebagai pusat seni, lokasi pertunjukan, dan tempat makanan populer yang menarik perhatian kaum muda. Menurut Samuel, aktivitas dan acara yang digelar di kawasan ini bertujuan menjaga suasana tetap hidup dan dinamis.
Penting pula diperhatikan bahwa keberhasilan suatu kawasan melalui placemaking terlihat dari efek ekonomi yang tercipta. Aktivitas yang semarak tidak hanya mendatangkan pengunjung tetapi juga mendorong kegiatan ekonomi sekitar, seperti konsumsi di restoran, belanja di toko, dan lainnya.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login