Connect with us

PERISTIWA

Krisis Tunai Sudan Selatan Hambat Gaji PNS dan Penarikan ATM

Krisis tunai di Sudan Selatan menyebabkan penundaan gaji PNS dan penarikan ATM serta mempengaruhi persiapan pemilu.

Published

on

PANTAU24.com – Sudan Selatan tengah menghadapi krisis likuiditas yang semakin parah, mengakibatkan terganggunya pembayaran gaji pegawai negeri sipil hingga sembilan bulan dan menyulitkan warga menarik uang di ATM. Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir, pada konferensi pers Rabu (26/8/2026), menyatakan persoalan tersebut berakar dari kelangkaan uang tunai dan ia memerintahkan otoritas keuangan untuk segera mengatasinya.

Meskipun pemerintah memiliki cukup penerimaan domestik nonmigas untuk pembayaran gaji, kelangkaan uang tunai telah menghentikan proyek pembangunan penting, termasuk pembangunan jalan. Kesulitan ini juga menyebabkan antrean panjang di bank karena nasabah tidak dapat menarik dana secara bebas.

Krisis ini turut mengancam persiapan pemilihan umum yang dijadwalkan pada 22 Desember 2026. Lembaga pemantau mengingatkan bahwa dana yang terlambat dapat menghambat kegiatan penting seperti pendidikan pemilih. Anggota parlemen bahkan menyatakan bahwa beberapa pejabat dan anggota parlemen sudah dua tahun tidak menerima gaji.

Bank Sentral Sudan Selatan telah berusaha menstabilkan likuiditas dengan langkah-langkah kebijakan moneter. Meskipun demikian, banyak uang tunai yang berada di luar sistem perbankan menyulitkan bank sentral. Kondisi ekonomi Sudan Selatan yang bergantung pada minyak, di samping konflik di Sudan yang mengganggu ekspor minyak, memperburuk krisis ini.

Bank Dunia dalam laporan Februari 2026 menyebut Sudan Selatan rentan terhadap masalah makroekonomi akibat ketergantungan minyak dan kelemahan pengelolaan fiskal. Tunggakan gaji yang meluas membuat upah riil pegawai pemerintah menurun tajam dan krisis ini juga berdampak pada operasi diplomatik negara tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.