Connect with us

PERISTIWA

Rektor UNY Pastikan Ospek di Kampusnya Bebas Perpeloncoan

Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menjelaskan bahwa ospek di kampusnya sangat kondusif dan maba diperlakukan bak raja dan ratu.

Published

on

PANTAU24.com – Praktik ospek di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mendapatkan perhatian positif, terutama setelah beredarnya video seorang mahasiswa baru (maba) di Universitas Negeri Padang (UNP) yang disuruh berjalan jongkok saat memasuki kampus. Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menjelaskan bahwa praktik perpeloncoan sudah lama dihilangkan di kampusnya. Pengenalan kampus untuk maba di UNY dikenal sebagai Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Prof. Sumaryanto, dalam sebuah wawancara di kampus pada Kamis (20/8), menyatakan bahwa, “Sejak saya Staf Ahli Direktorat tahun 2000, Dekan Fakultas Olahraga 2003, Wakil Rektor Kemahasiswaan, Rektor. Alhamdulillah ini (tahun ini ospek) paling kondusif, kooperatif. Karena kami tanamkan tidak boleh ya ada kekerasan baik verbal maupun nonverbal.” Ia menekankan bahwa maba diperlakukan dengan sangat baik, mengingat banyak dari mereka berasal dari luar Yogyakarta dan berbagai wilayah di Indonesia.

Mengenai jumlah pendaftar, Sumaryanto menjelaskan bahwa ada 182 ribu pendaftar UNY dengan hanya 12 ribu yang diterima. “Bayangkan dari 182 (ribu) ya kita atau kami terima 12 (ribu). Sungguh kami mengapresiasi. Harus kami perlakukan raja ratu,” tegasnya.

Dalam upaya menjaga suasana yang humanis, Prof. Sumaryanto juga mengungkapkan bahwa mobil dinas bahkan digunakan untuk mengevakuasi mahasiswa yang sakit. Ia menambahkan, “Bahkan kemarin ada yang sakit, secara khusus pakai mobil dinas saya. Kami evakuasi. Ya, sekali lagi tidak boleh ada kekerasan verbal ya, kekerasan nonverbal. Apa pun harus humanis ya, apa pun harus wise, bijak.”

Terkait jadwal dan kegiatan ospek, ia menekankan bahwa semuanya harus manusiawi dan tidak boleh berlangsung hingga malam hari. “Kami batasi. Tidak boleh sampai sore. Bahkan dari tahun ke tahun kemarin pukul 11.00 harus sudah selesai. Pukul 13.00 harus clearance, nggak boleh ada lagi ada kegiatan,” jelasnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.