PERISTIWA
Indonesia Tantangannya di PISA 2025: Naik atau Turun?
PISA 2025: Apakah hasil tes internasional ini menunjukkan peningkatan atau penurunan bagi pendidikan Indonesia?
PANTAU24.com – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 telah diumumkan, dan pertanyaan yang muncul adalah, apakah Indonesia mengalami kenaikan atau penurunan? Jawabannya tidak sederhana, tergantung pada cara membaca data: berdasarkan skor, peringkat, atau kemampuan nyata siswa. Ada dua pendekatan berbeda dalam menilai hasil asesmen internasional ini.
Pertama, ada pembacaan relatif yang menghasilkan peringkat. Masalah utama dengan peringkat adalah bahwa ia tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan kemampuan siswa Indonesia, tetapi juga oleh capaian negara lain. Indonesia bisa naik peringkat jika negara lain menurun, meskipun kemampuan tidak meningkat secara berarti. Kebalikannya, bisa juga Indonesia turun peringkat karena negara lain meningkat lebih cepat, meskipun kemampuan siswa Indonesia tetap atau bahkan membaik.
PISA 2025 menunjukkan bahwa rata-rata capaian Indonesia dalam matematika, membaca, dan sains hampir sama dengan PISA 2022. Jika ada perubahan skor, tidak serta-merta menandakan perubahan yang signifikan secara statistik. Fokus pada peringkat dan skor rata-rata bisa membuat kita melupakan hal yang lebih penting, yakni apa yang sebenarnya bisa dilakukan siswa Indonesia.
PISA tidak hanya memberi skor, tetapi juga mengelompokkan capaian siswa dalam tingkat kemahiran. Dalam sains, hanya 37% siswa Indonesia mencapai setidaknya level 2, dalam membaca 27%, dan matematika 17%. Sebagian besar siswa Indonesia masih di bawah kompetensi minimum yang diakui PISA.
Kurangnya murid yang mampu mencapai tingkat kemahiran minimum dan tingkat tertinggi menjadi perhatian. Hampir tidak ada siswa Indonesia yang mencapai level 5 atau 6 dalam matematika dan sains, serta level 5 dalam membaca. Di tingkat ini, kemampuan berpikir tingkat tinggi diperlukan, yang memerlukan fondasi dalam pemahaman dasar sebelum dapat berkembang. Oleh karena itu, memperkuat fondasi siswa menjadi tantangan utama pendidikan Indonesia.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login