PERISTIWA
Refleksi Kemerdekaan dari Sebuah Sungai di Serang
Refleksi kemerdekaan dari sebuah sungai di Serang mengungkap pentingnya memandang alam bukan sekadar untuk kebutuhan manusia.
PANTAU24.com – Di sebuah kampung di Serang Utara, tepatnya di Kampung Pulokencana, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, sungai memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat. Bagi banyak anak, sungai adalah tempat untuk mandi, mencuci pakaian, dan berbagai aktivitas lainnya. Namun, bagi keluarga seseorang yang tinggal di kampung tersebut, sungai bukanlah tempat untuk beraktivitas sehari-hari, melainkan lebih dipilih sumur di rumah dengan alasan kebersihan. Tampaknya, pilihan ini bukan karena merasa lebih baik, tetapi lebih kepada pertimbangan kesehatan.
Saya, sebagai anak, melihat realitas ini sebagai sesuatu yang ‘biasa’. Kebiasaan masyarakat mandi dan beraktivitas di sungai tampak lumrah, hingga tak terpikirkan untuk dipertanyakan. Mungkin inilah awal mula terabaikannya masalah lingkungan, ketika sesuatu yang biasa tidak lagi jadi bahan pertanyaan.
“Jangan mandi di kali,” demikian orang tua sering mengingatkan. Namun bagi kami anak-anak, ajakan teman lebih menarik untuk diterima.
Perjalanan pendidikan dan kehidupan saya membawa saya ke banyak tempat. Mulai dari bersekolah di Cianjur, hingga tinggal di Belanda mengikuti suami. Di Belanda, saya mengalami transformasi cara pandang terhadap lingkungan. Seperti ketika saya ditegur saat duduk di tepi sungai Leiden, hanya karena melemparkan batu ke dalam air. Teguran itu menyadarkan saya bahwa sungai adalah ruang kehidupan bagi makhluk lain di dalamnya.
Serupa, ketika melihat orang memetik bunga di sebuah taman di Belanda, kembali teguran orang tua agar membiarkannya tumbuh agar keindahannya dapat dinikmati semua. Dari teguran-teguran ini, saya mulai merenungkan berapa banyak tindakan kita yang menempatkan alam sekadar sebagai sumber daya untuk manusia.
Di Indonesia, persoalan sampah dan lingkungan masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup, persoalan sampah bukanlah masalah kecil, melainkan ancaman serius terhadap lingkungan kita.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login