PERISTIWA
Pentingnya Pemilahan Sampah untuk Cegah Kebakaran di TPA
Pentingnya pemilahan sampah dari sumber untuk mencegah kebakaran di TPA. Sebanyak 43 TPA terbakar akibat kondisi ini dan cuaca ekstrem.
PANTAU24.com – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber untuk mencegah kebakaran di tempat pemrosesan akhir (TPA). Saat ini, 43 TPA dilaporkan terbakar, diakibatkan penumpukan sampah organik yang bercampur dengan plastik, ditambah kondisi El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Saat ini sudah ada 43 TPA terbakar, ini karena tidak ada pemilahan yang baik, jadi sampah organik menumpuk di sana, apalagi tercampur dengan bahan plastik, ditambah lagi dengan adanya El Nino, itu semua meningkatkan potensi TPA terbakar,” kata Diaz dalam keterangan resmi, Kamis (1/10).
Diaz menyarankan agar sampah yang masuk TPA hanya berupa residu. Oleh karena itu, gerakan pemilahan sampah berbasis komunitas perlu digalakkan dari hulu. “Kegiatan berbasis komunitas bisa menggerakkan pemilahan sampah di hulu, harus dimulai dengan sosialisasi yang berbasis komunitas, jadi tanpa adanya komunitas yang bergerak, untuk memulai pemilahan di hulu, permasalahan sampah tidak akan selesai,” ujarnya.
Diaz juga menekankan pemilahan dari rumah tangga dan sektor industri seperti hotel, restoran, dan kafe sebagai prasyarat optimalisasi teknologi pengelolaan sampah. Salah satu contohnya adalah pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), yang efektif jika kadar air sampah di bawah 30%. “PSEL tanpa ada pemilahan, sampahnya akan menjadi sangat basah, tercampur, kadar airnya akan tinggi sekali yakni 60-70%, sedangkan PSEL yang efektif memerlukan sampah yang kadar airnya dibawah 30%,” pungkas Diaz.
Kementerian Lingkungan Hidup menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengakhiri praktik open dumping guna mencegah kebakaran TPA akibat akumulasi gas metana dan cuaca ekstrem. KLH meminta Pemda meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran TPA melalui SE Menteri LH Nomor 11 Tahun 2026.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login