Ratusan titik panas di Bangka Belitung pada 9 September 2026 mengindikasikan karhutla meluas, terutama di Bangka Tengah dan Bangka Selatan.
Kementerian Kehutanan perkuat langkah cepat penyelamatan satwa untuk cegah dampak Karhutla. Langkah ini mencakup peningkatan patroli dan pemadaman api.
DLH DKI Jakarta melaporkan kualitas udara membaik pasca penyiraman air untuk mengatasi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat melakukan penyemprotan water mist di Kota Tua untuk meminimalisasi dampak abu vulkanik.
APHI mendukung Inpres Nomor 11 Tahun 2026 yang menegaskan larangan pembukaan lahan dengan cara membakar guna mengendalikan karhutla.
Menhut Raja Juli Antoni serukan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, meski tren hotspot menurun di Kalimantan, Sumsel naik.