PERISTIWA
Indonesia Siapkan Forum Global Lindungi Terumbu Karang
Indonesia lewat KBRI Washington siapkan forum global pelindungan terumbu karang dengan melibatkan berbagai lembaga internasional.
PANTAU24.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C., Amerika Serikat, berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mempersiapkan forum kemitraan global untuk melindungi kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle). Forum ini dijadwalkan berlangsung di Washington, D.C., pada musim semi tahun depan dengan melibatkan Bank Dunia, International Union for Conservation of Nature (IUCN), World Wide Fund for Nature (WWF), The Nature Conservancy (TNC), World Resources Institute (WRI), Conservation International (CI), hingga Global Environment Facility (GEF).
Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima di Jakarta hari Minggu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyatakan bahwa pelestarian terumbu karang berkaitan erat dengan ketahanan pangan, keberlanjutan ekonomi biru, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Karena itu, diperlukan kolaborasi internasional yang kuat agar kekayaan laut Indonesia dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Indonesia berusaha mempertemukan kepentingan konservasi dengan agenda pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan melalui forum kemitraan tersebut. Diharapkan dukungan internasional yang diperoleh dapat direalisasikan menjadi program pembiayaan, pertukaran ilmu, dan program nyata yang bermanfaat bagi ekosistem laut serta masyarakat pesisir.
Kawasan Segitiga Terumbu Karang meliputi enam negara, yakni Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Leste, dengan wilayah laut seluas lebih dari enam juta kilometer persegi. Area terumbu karang di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 75.000 kilometer persegi, dengan Indonesia memiliki sekitar 60.000 kilometer persegi, menjadikannya negara dengan cakupan terbesar di kawasan tersebut.
Potensi nilai ekonomi tahunan daerah ini diperkirakan sebesar 3 miliar dolar AS di sektor perikanan terumbu karang, 1,5 miliar dolar AS di sektor perikanan tuna, serta 12 miliar dolar AS di sektor pariwisata alam. Indonesia sebelumnya berpartisipasi dalam Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP-CTI) dan mengelola Program Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) dengan nilai 210 juta dolar AS.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login