PERISTIWA
Waduk Jatigede Kering, Kini Menjadi Daratan Tandus
Waduk Jatigede di Sumedang mengering hingga menjadi daratan seluas 260,01 hektare akibat kemarau.
PANTAU24.com – Kondisi Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami penyusutan drastis akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Hal ini menyebabkan munculnya daratan tandus seluas 260,01 hektare pada September 2026. Fenomena ini memicu tanda tanya dan keprihatinan di kalangan warga dan instansi terkait.
Badan Informasi Geospasial (BIG) mengonfirmasi bahwa luas area yang sebelumnya tertutup air secara bertahap berubah menjadi daratan terbuka. Pada Juli 2026, area yang mengering mencapai 138,3 hektare, dan meningkat menjadi 252,3 hektare pada Agustus. Pada bulan berikutnya, angka ini mencapai 260,01 hektare. Perubahan signifikan ini menandai dampak serius dari kekeringan di wilayah tersebut.
Dalam pemandangan yang mengejutkan, puing-puing bangunan rumah serta ranting pohon kering mulai tampak di dasar waduk. Kepala desa setempat melaporkan bahwa reruntuhan ini, yang sebagian besar terdiri dari sisa-sisa permukiman lama, menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga yang melintas.
Selain itu, area sekitar Waduk Jatigede juga dikenal sebagai lokasi makam Prabu Guru Aji Putih dan Ratna Inten di Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja. Situs sejarah ini turut terdampak akibat penyusutan genangan air waduk yang membentang hingga menutupi permukiman warga lainnya.
Seorang penduduk setempat bahkan terlihat membiarkan anaknya bermain di area yang kini mengering, menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap lingkungan yang berubah. Namun, kondisi ini juga mengancam ekosistem dan kebutuhan air bersih bagi warga sekitar.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login