PERISTIWA
Sarmuji Resmi Dilantik sebagai Menteri Perindustrian
Muhammad Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang. Danantara fokus pada merger empat BUMN Karya.
PANTAU24.com – Muhammad Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menjabat selama 7 tahun di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo. Serah terima jabatan berlangsung Jumat (2/10/2026) setelah pelantikan Kamis (1/10/2026). Sarmuji, politisi Partai Golkar yang juga anggota DPR RI 2024-2029 dari dapil Jawa Timur VI, berharap transisi berjalan lancar.
“Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan serah terima jabatan dari Menteri Senior Pak Agus Gumiwang Kartasasmita ke saya. Mudah-mudahan dengan kedekatan kami transisi ini berjalan mulus, ada bagi pengalaman, dan saya tetap berharap ada masukan, saran, nasehat,” katanya dalam sambutannya, Jumat (2/10).
Sarmuji menekankan pentingnya sektor industri dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, serta akan berkolaborasi dengan kementerian lain seperti Kementerian Investasi, Kementerian Keuangan, dan Kementerian ESDM. Ia meminta jajarannya bekerja tanpa sekat protokoler demi efisiensi koordinasi. “Saya umumkan di sini, jangan memberi penghormatan berlebih kepada saya, jangan memberikan pelayanan berlebih kepada saya,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memprioritaskan merger empat dari tujuh BUMN Karya yang direncanakan, yaitu PT PP, PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya. Menurut Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, konsolidasi dimulai dari perusahaan yang proses mergernya dinilai lebih mudah.
Proses restrukturisasi untuk PT Wijaya Karya (WIKA) dan PT Waskita Karya akan dilakukan kemudian, karena memerlukan penanganan khusus terkait penurunan utang dan investasi aset baru. Sementara itu, Hutama Karya saat ini dalam kondisi keuangan yang sehat.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login