PERISTIWA
Peran Warga Kunci Penurunan Hotspot Karhutla Jambi Hingga 5 Titik
Jumlah hotspot karhutla di Jambi berkurang menjadi lima titik berkat peran masyarakat dan penegakan hukum.
PANTAU24.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan bahwa peran serta masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Berdasarkan pemantauan terakhir pada 27 September 2026, jumlah hotspot karhutla di Jambi telah berkurang hingga tersisa lima titik.
Menurut Raja Juli, kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengurangi ancaman karhutla. Ia mencontohkan bagaimana lanskap Bujang Raba di Jambi berhasil terjaga berkat partisipasi aktif masyarakat setempat.
“Jadi, di tengah kelelahan kita untuk menjaga hutan dari karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan, ada semacam oase di Jambi,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9).
Selain itu, Bujang Raba menjadi kelompok perhutanan sosial pertama yang memperoleh persetujuan untuk perdagangan karbon di sektor kehutanan, dengan harapan manfaat ekonomi dari karbon dapat dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang terlibat dalam perhutanan sosial dan masyarakat hukum adat.
Raja Juli juga menekankan bahwa di samping meningkatkan pemberdayaan masyarakat, penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di kawasan hutan harus tetap dijalankan. Kerja sama dengan aparat hukum diperlukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran di lapangan.
Pemaparan Raja Juli tentang menurunnya jumlah hotspot di Jambi menunjukkan hasil yang positif dari gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam mengelola karhutla.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login