PERISTIWA
Kepala BGN Dorong Pemda Lakukan Sidak SPPG untuk Keamanan Pangan
Kepala BGN minta pemda lakukan sidak SPPG pastikan keamanan pangan bagi penerima program Makan Bergizi Gratis.
PANTAU24.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini disampaikan Sudaryono saat meresmikan 480 SPPG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (2/10/2026).
“Bupati, wali kota, dan pemerintah daerah (pemda) kami mohon semua inspeksi di SPPG. Kalau bisa jam 2-3 pagi, ada check-list (daftar) apa yang harus ada dan tidak ada (di SPPG). Kami minta untuk disidak kebersihan dan kedisplinannya, sekolah-sekolahnya,” ujar dia dalam tayangan Youtube yang diikuti secara daring dari Jakarta.
Saat ini, tercatat ada 27.022 dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia, dengan SPPG yang diresmikan di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi sebanyak 480 titik di 16 provinsi. “Hari ini kami fokus di Indonesia bagian timur, minggu depan kami buka di Kalimantan, Bali, tempat yang stuntingnya tinggi, dan di tempat-tempat yang memang anak-anaknya membutuhkan MBG,” katanya.
Sudaryono juga menekankan pentingnya seluruh petugas SPPG bekerja dengan hati dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan makanan yang diberikan dalam kondisi baik, aman, dan sesuai standar gizi. “Saya berlakukan kebijakan baru, setelah saya di BGN, kepala dapur harus hadir di antara tim, absen. Wajib hukumnya mengabsen kepala SPPG yang memimpin timnya di dapur, mulai pukul 02.00 pagi. Kepala SPPG yang tidak sungguh-sungguh, siap-siap saya pecat kalau tidak jalankan SOP. Mohon maaf ini karena kesehatan nyawa orang sangat berharga daripada saya harus pertahankan satu orang,” tutur Sudaryono.
Untuk meningkatkan tata kelola MBG, presensi para petugas kini dilakukan melalui Zoom dan dipantau pimpinan BGN sejak pukul 02.00 ke 27 ribu dapur di seluruh Indonesia. Sudaryono menambahkan penggunaan label untuk batas waktu makan dan petugas harus menggunakan sarung tangan, serta melatih petugas di dapur dalam menerapkan SOP higienitas.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login