PERISTIWA
Korban Karhutla di Enam Provinsi: 4 Tewas, 347 Terluka
Karhutla di enam provinsi menyebabkan 4 tewas dan 347 terluka. Informasi terkini dari Kemenkes mengenai dampak bencana ini.
PANTAU24.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah merilis data terbaru terkait korban akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi Indonesia. Hingga Kamis (10/9), tercatat 347 orang mengalami luka-luka dan 4 lainnya meninggal dunia. Informasi ini disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes, Widyawati. “Kita tahu bahwa saat ini seperti diterangkan Pak Berton ada 3 bencana kita alami, ini adalah data bencana masyarakat terdampak karhutla per 9 September 2026 terdampat di Kalsel, Kalteng, Kalbar, Kaltim, Jambi, Riau, dan Sumsel,” ujarnya.
Dalam rincian yang diberikan, jumlah korban terbanyak berada di Kalimantan Barat (Kalbar). Di provinsi ini terdapat 9 orang yang mengalami luka berat, 19 orang luka ringan, dan 1 orang meninggal dunia dengan pengungsian sejumlah 45 orang. Selain Kalbar, provinsi lain yang terdampak adalah Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan (Sumsel).
Secara lebih detail, provinsi Kalsel mencatat 2 orang luka berat dan 3 orang luka ringan, sementara tidak ada korban meninggal di sana. Di Kalteng, terdapat 313 orang yang mengalami luka berat dan 3 korban meninggal dunia, namun tidak ada korban luka ringan. Provinsi Kalbar mencatat total 28 korban dengan rincian 9 orang luka berat, 19 orang luka ringan, dan 1 orang meninggal dunia.
Widyawati juga menjelaskan bahwa beberapa di antaranya menderita luka berat dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. “Kota Banjarbaru ada beberapa yang alami luka berat dan rawat inap, kemudian luka ringan dan rawat jalan, kemudian Kalteng ada rawat inap,” jelasnya.
Krisis karhutla ini semakin menambah beban pemerintah setempat dalam menangani bencana ini, sementara provinsi seperti Kalbar memperpanjang status tanggap darurat hingga 20 September. Kebakaran ini tidak hanya merugikan dari segi korban jiwa tetapi juga merusak lingkungan secara signifikan.
Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.


You must be logged in to post a comment Login