Connect with us

PERISTIWA

Program Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dimulai September 2026

Pemerintah siapkan insentif motor listrik Rp3 juta mulai September 2026, dengan anggaran hingga Rp3 triliun.

Published

on

PANTAU24.com – Pemerintah merencanakan insentif pembelian motor listrik sebesar Rp3 juta per unit yang akan dimulai pada September 2026. Meskipun alokasi dana mencakup hingga satu juta unit motor, detail model yang memenuhi syarat masih menunggu peraturan pemerintah resmi.

Perubahan kebijakan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengungkapkan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk program tersebut. Kapasitas produksi motor listrik nasional diperkirakan mencapai 100 ribu unit hingga akhir 2026, sehingga penyaluran insentif belum akan mencapai batas maksimal.

Alva dan Gesits Diutamakan

Merek Alva dan Gesits disebut sebagai calon penerima utama program, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Alva diproduksi oleh PT Ilectra Motor Group dan Gesits oleh PT Gesits Motor Nusantara. Namun, tidak semua model dari kedua merek ini otomatis mendapatkan insentif, menunggu aturan teknis final dari pemerintah.

Potensi Pengurangan Harga

Fakta menarik dan bermanfaat

Beberapa model yang berpeluang mendapatkan insentif termasuk Alva Cervo dan Gesits G1. Misalnya, Alva Cervo dengan harga Rp35,75 juta akan berkurang menjadi Rp32,75 juta dengan subsidi. Di sisi lain, harga Gesits G1 dapat turun dari Rp28,27 juta menjadi Rp25,27 juta, namun angka ini masih berupa simulasi sementara.

Persyaratan dan Mulainya Program

Belum ada syarat penerima insentif yang ditetapkan secara resmi, sehingga masyarakat diingatkan untuk tidak langsung menganggap setiap motor listrik otomatis mendapat potongan. Pemerintah sedang mempersiapkan regulasi yang akan menentukan syarat teknis dan operasional program. Rencana pelaksanaan program ini dijadwalkan mulai September 2026 setelah persiapan dan aturan resmi ditetapkan.

Diolah dari laporan Antara – Ekonomi.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.