PERISTIWA
BPBD Gunungkidul Distribusikan 2,49 Juta Liter Air Bersih
BPBD Gunungkidul distribusikan 2,49 juta liter air bersih ke 16 kecamatan terdampak kekeringan.
PANTAU24.com – BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah menyalurkan 452 rit air bersih atau sekitar 2.496.000 liter hingga Selasa lalu kepada daerah-daerah yang mengalami kesulitan air bersih karena kemarau panjang. Sebagian besar distribusi dilakukan ke wilayah Kapanewon Tepus.
Pengiriman air bersih yang dilakukan oleh BPBD Gunungkidul terbanyak dilakukan ke Kapanewon Tepus, dengan total mencapai 968.000 liter atau 176 rit. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa air tersebut didistribusikan ke Kalurahan Giripanggung sebanyak 20.000 liter (40 rit), Purwodadi 192.000 liter (36 rit), dan Sidoharjo 44.000 liter (8 rit).
Sementara itu, Kapanewon Rongkop menerima 632.000 liter atau 112 rit yang disalurkan ke Kalurahan Semugih sebanyak 592.000 liter (104 rit), serta ke Kalurahan Petir dan Kalurahan Bohol masing-masing 20.000 liter atau empat rit. Selain itu, beberapa kapanewon lain juga terdampak, seperti Kapanewon Panggang dengan 44 rit, Saptosari 32 rit, Ngawen 24 rit, Semin 20 rit, serta Wonosari dan Girisubo masing-masing 16 rit.
Purwono menuturkan bahwa distribusi air bersih akan terus berlangsung hingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan air. “Anggarannya masih tersedia,” ungkapnya. Di tempat lain, Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinys Ruruh Haryata menyatakan bahwa BPBD DIY tengah menyiapkan dukungan anggaran bagi kabupaten yang memerlukan distribusi air.
BMKG memprediksi puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada Agustus hingga September. Agustinus menambahkan, “Masing-masing kabupaten di DIY sudah siap terkait dengan bagaimana mengatasi kekeringan di masyarakat pada puncak kemarau 2026.” Dampak lebih serius dirasakan oleh Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login