Connect with us

PERISTIWA

Operasi Patuh 2026 Fokus Pada Budaya Tertib Lalu Lintas

Operasi Patuh 2026 fokus membangun budaya tertib berlalu lintas, bukan mengejar tilang. Korlantas Polri tegaskan tujuan operasi ini.

Published

on

PANTAU24.com – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa Operasi Patuh 2026 bukan bertujuan untuk mengejar jumlah tilang, melainkan untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan keselamatan masyarakat. Operasi ini berlangsung dari 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Korlantas Polri mendorong operasi ini sebagai momentum untuk memperbaiki pelayanan fungsi lalu lintas secara menyeluruh. Fokus peningkatan layanan meliputi keamanan dan keselamatan (Kamsel), penegakan hukum (Gakkum), registrasi dan identifikasi (Regident), serta penanganan kecelakaan lalu lintas.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Turmudi menginstruksikan kepada para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) di seluruh Indonesia untuk memastikan tujuan operasional yang sesuai, yaitu membangun budaya tertib berlalu lintas dan tidak semata-mata mengejar kuantitas tilang. “Pastikan seluruh jajaran memahami bahwa Operasi Patuh merupakan momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan fungsi lalu lintas secara menyeluruh,” kata Turmudi.

Turmudi juga menambahkan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari banyaknya pelanggaran yang ditindak, tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan. Untuk itu, peran masing-masing fungsi harus dioptimalkan, seperti bidang Kamsel yang berperan meningkatkan edukasi dan kesadaran keselamatan.

Operasi ini juga diharapkan menggunakan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif sambil tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang membahayakan. Melalui upaya ini, diharapkan adanya perubahan perilaku masyarakat menuju budaya berlalu lintas yang lebih disiplin, aman, dan berkeselamatan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.