PERISTIWA
Alaska Air Group Pangkas 200 Karyawan Akibat Lonjakan Harga Avtur
Alaska Air Group memutuskan memangkas 200 posisi karyawan akibat kenaikan harga avtur.
PANTAU24.com – Maskapai asal Amerika Serikat, Alaska Air Group, memutuskan untuk memangkas sekitar 200 posisi karyawan non-kontrak akibat lonjakan harga avtur dan tantangan geopolitik yang mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Pengurangan ini dijadwalkan berlangsung pada 13 November tahun ini.
Dalam sebuah memo kepada karyawan, CEO Alaska Air Group Ben Minicucci menjelaskan bahwa perusahaan dapat mengalami kerugian hingga USD 700 juta tahun ini jika kondisi saat ini terus berlanjut. “Kita harus kembali pada disiplin keuangan yang telah lama menjadi keunggulan kompetitif utama. Biaya operasional telah meningkat dengan laju yang tidak proporsional dibandingkan dengan pendapatan,” katanya.
Juru bicara perusahaan menambahkan bahwa pengurangan ini berdampak pada kurang dari 1% dari total sekitar 32.500 karyawan Alaska Air, dengan perincian 125 posisi berada di Washington dan 48 di Hawaii. Meski begitu, tidak ada pengurangan pekerjaan bagi karyawan lini depan non-manajemen.
Karyawan yang terdampak akan tetap menerima gaji hingga 31 Desember, termasuk pesangon dan dukungan lainnya. Perusahaan telah memperkirakan kerugian yang disesuaikan untuk tahun penuh ini sebesar USD 5 hingga USD 5,50 per saham, didorong biaya bahan bakar tambahan sebesar USD 1,8 miliar.
Sebelumnya, Alaska Air memproyeksikan biaya bahan bakar pada kuartal IV tahun ini berada di kisaran USD 4,65 hingga USD 4,85 per galon, hampir dua kali lipat dari asumsi awal perusahaan sebesar USD 2,50 per galon untuk 2026.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login