PERISTIWA
Dwi Bagus Bangun Tungku di Madiun untuk Bakar Jasad
Kasus Dwi Bagus yang membakar jenazah istri siri dan anak di tungku Madiun terus terungkap. Pembangunan tungku untuk menghilangkan bukti.
PANTAU24.com – Kasus pembunuhan yang melibatkan Dwi Bagus Martono di Kota Madiun semakin terungkap. Dwi diduga membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti, dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya, kemudian membangun tungku di belakang rumah untuk membakar jenazah kedua korban. Insiden ini terjadi setelah Dwi diduga membunuh mereka untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Menurut keterangan dari Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, tungku dengan tinggi dua meter itu dibuat dari bata ringan. Dwi mengklaim membangunnya dengan dalih ingin membakar sampah. Tungku tersebut terletak di bagian selatan pekarangan rumah yang berada di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo.
Tungku tersebut digunakan sebagai lokasi rekonstruksi kejadian tersebut. Lokasinya yang berada di ujung pekarangan, berdekatan dengan rumah tetangga, mengindikasikan bahwa tindakan ini dilakukan dengan diam-diam. Meski demikian, bekas asap pembakaran terlihat pada tembok tetangga, dan bahkan daun pisang milik tetangga ikut terbakar hingga mengering.
Kejadian ini memperlihatkan bagaimana upaya Dwi untuk menghilangkan barang bukti dari kejahatannya. Lokasi pembuatan tungku yang tersembunyi menjadi tempat pelaksanaan aksi keji tersebut, jauh dari rumah utama istri sah Dwi.
Peristiwa pembakaran jenazah di tungku tersebut menunjukkan rencana yang terencana dan usaha untuk menutup-nutupi jejak pembunuhan tragis ini. Keluarga dan tetangga Dwi tidak menyadari tindakan darinya hingga terungkap oleh pihak berwenang.
Diolah dari laporan Detik – Berita.


You must be logged in to post a comment Login