PERISTIWA
Menteri Keuangan Ungkap Pergeseran Anggaran Hampir Rp 200 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara ungkap alasan pemerintah geser anggaran APBN hampir Rp 200 triliun untuk belanja negara.
PANTAU24.com – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan keputusan pemerintah untuk melakukan pergeseran anggaran hampir mencapai Rp 200 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan belanja negara yang meningkat. “Saya ilustrasikan dengan gambar angka-angka besar ini. Ada APBN awal dan ada outlook APBN 31 Desember. Di APBN awal pendapatan itu kita bayangkan Rp 3.154 triliun, tapi kemudian outlook ini harus kita naikkan sedikit, jadi saya menaikkan kira-kira Rp 50 triliun,” ujar Suahasil saat Rapimnas KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat (30/10/2026).
Suahasil menambahkan, peningkatan belanja menjadi salah satu alasan utama yang mendorong pergeseran anggaran ini. Sementara pendapatan APBN direncanakan naik, belanja negara diproyeksikan meningkat dari Rp 3.843 triliun menjadi Rp 3.942 triliun. Oleh karena itu, defisit juga dinaikkan namun tetap mempertahankan kredibilitas pembiayaan.
Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan belanja adalah bencana alam yang tidak terduga. Menurut Suahasil, sejak bencana yang terjadi di Sumatera bagian utara hingga kebakaran hutan dan lahan di tempat lain, diperlukan tambahan anggaran sekitar Rp 60 triliun. Selain itu, penambahan subsidi dan kompensasi energi turut memengaruhi pengeluaran.
“Tentu kita menginginkan kebijakan subsidi yang lebih tepat sasaran, namun dalam jangka pendek kita melihat bahwa ini diperlukan menahan harga supaya gerak ekonomi masih tetap bisa berjalan karena itu belanja meningkat,” terang Suahasil.
Suahasil menegaskan bahwa pemerintah melakukan pergeseran anggaran dalam skala belanja yang besar. “Rumusnya kan cuma dua itu. Nah inilah yang kami lakukan di Kementerian Keuangan, tetapi di dalam skala belanja Rp 3.843 triliun itu mungkin sekarang sudah hampir Rp 200 triliun yang kita geser-geser. Tapi kemudian keseluruhan belanjanya naik kira-kira Rp 300 triliun, ini yang harus kami setel di dalam mengelola APBN tersebut,” jelasnya.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login