Connect with us

PERISTIWA

Prancis Siaga Kerusuhan Baru Usai Larangan Demonstrasi Macron

Prancis menghadapi potensi kerusuhan baru setelah Presiden Macron melarang demonstrasi. Kebijakan ini menanggapi protes yang berujung kerusuhan.

Published

on

PANTAU24.com – Prancis bersiap menghadapi potensi kerusuhan baru setelah Presiden Emmanuel Macron mengumumkan kebijakan untuk melarang demonstrasi yang dinilai tidak sah. Langkah ini diumumkan setelah sejumlah aksi protes yang berujung kerusuhan dan penjarahan melanda berbagai wilayah akhir pekan lalu.

Pada Kamis (22/10/2026), Macron menyatakan adanya tindakan politis yang bersifat menghasut oleh kelompok-kelompok kiri radikal dengan tujuan mengguncang Republik. Pernyataan ini disampaikan setelah Macron melakukan pertemuan dengan kepala intelijen dan sejumlah menteri senior. Ia menegaskan bahwa demonstrasi yang digelar serikat pekerja masih dapat dibolehkan, namun rutenya bisa saja diubah untuk melindungi tempat usaha.

Pemerintah Prancis juga mempertimbangkan kebijakan lebih tegas terhadap pelaku kerusuhan. Menteri Kehakiman Gérald Darmanin mengusulkan penangguhan hak pilih bagi yang melanggar larangan demonstrasi serta pembatasan akses media sosial bagi mereka yang terlibat dalam kekerasan dan penjarahan.

Sejumlah kota seperti Marseille dan Lyon telah melarang demonstrasi yang direncanakan pada Sabtu. Beberapa serikat mahasiswa UNEF dan gerakan Rompi Kuning dilaporkan masih berniat menggelar aksi. Keadaan ini membuat para pemilik toko di Paris memasang papan pelindung pada etalase toko, dan perusahaan barang mewah seperti Hermès meningkatkan keamanan gerainya.

Kemarahan publik di Prancis dipicu oleh tekanan biaya hidup, kenaikan biaya energi, dan kekhawatiran terhadap memburuknya layanan publik yang turut memperuncing pertarungan politik. Di pasar keuangan, ketidakstabilan ini menyebabkan premi risiko utang pemerintah Prancis mencapai level tertinggi dalam 15 tahun dan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun mencapai 5,14%, tertinggi sejak Juli 2002.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.