PERISTIWA
Risiko Geopolitik dan Geoekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
IMF menyoroti dampak risiko geopolitik terhadap ekonomi dunia, terutama akibat konflik Timur Tengah.
PANTAU24.com – Dalam kemelut ketidakpastian global, Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti risiko geopolitik yang kini semakin merambah ke ranah geoekonomi, terutama dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia. Situasi ini menjadi perhatian utama dalam laporan tahunan IMF edisi 2026, yang ditegaskan oleh Managing Director IMF, Kristalina Georgiva. Dia menyatakan bahwa meskipun ada berbagai tantangan, termasuk guncangan geopolitik, konflik berkepanjangan, dan perubahan dalam sistem perdagangan global, tahun 2025 lalu menunjukkan ketahanan yang cukup baik.
Berkat kelincahan sektor swasta dan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat, pertumbuhan global bertahan sementara inflasi terus menurun. Akan tetapi, perang yang berkecamuk di Timur Tengah sejak akhir Februari telah mengubah arah tersebut. Konflik ini menyebabkan guncangan signifikan pada pasokan energi dan komoditas strategis, berdampak pada rantai pasokan global secara lebih luas.
IMF juga mencatat bahwa peristiwa-peristiwa global ini dinilai relatif kecil jika dibandingkan dengan pergeseran transformasional menuju persaingan struktural yang berkelanjutan. Namun, masih ada tantangan besar dari segi utang publik yang merangkak mendekati rekor tertinggi, menimbulkan kekhawatiran mengingat kemampuan negara-negara berbeda dalam menanganinya.
Di sisi lain, ketegangan yang berlarut-larut di Selat Hormuz tetap menjadi pusat perhatian. Iran berusaha mengarahkan negosiasi ke isu-isu seperti keamanan energi dan pengaruh regional, sedangkan para investor khawatir jika tensi tidak segera mendingin, harga minyak bisa melonjak di atas US$100 per barel.
Pembicaraan diplomatis masih berlangsung di tengah ketegangan tersebut, dengan semua pihak berupaya mencari solusi damai meski konflik terus berlanjut. Urusan terkait senjata nuklir Iran juga tetap krusial, menambah kompleksitas perundingan.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login