PERISTIWA
Percepatan Eksplorasi Migas oleh ESDM Hadapi Gejolak Geopolitik
Kementerian ESDM percepat eksplorasi migas demi stabilitas energi nasional di tengah tingginya harga minyak dunia.
PANTAU24.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempersiapkan langkah percepatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) dalam menghadapi gejolak geopolitik yang mempengaruhi harga minyak global. Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan usai acara di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, kalau langkah tersebut perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas energi dalam negeri.
Yuliot menyampaikan pemerintah akan memanfaatkan dua pendekatan dalam melakukan eksplorasi, yaitu melalui pemerintah dan badan usaha. Fokus saat ini adalah pada sejumlah lapangan migas dengan potensi produksi 2.500 hingga 3.000 barel per hari, yang ditargetkan akan ditingkatkan pada tahun 2027 dan 2028.
Target ambisius yakni mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2029 hingga 2030 telah dicanangkan sebagai bagian dari upaya swasembada energi. “Eksplorasi dan eksploitasi ini kami akan genjot pada tahun 2027 dan 2028 sehingga target kita 1 juta barel itu bisa tercapai,” jelas Yuliot.
Langkah ini merupakan reaksi dari meningkatnya harga minyak dunia yang mencapai 107 dolar AS per barel pada akhir September 2026. Yuliot menekankan pentingnya meningkatkan sumber energi dalam negeri karena ketergantungan pada impor minyak mentah. “Karena sebagian besar energi kita yang untuk crude (minyak mentah) itu masih impor, tentu kita harus melihat sumber dalam negeri bagaimana kita meningkatkannya,” tambahnya.
Situasi geopolitik semakin rumit dengan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang mengalami kebuntuan, di mana Presiden AS Donald Trump menolak usulan Iran tentang gencatan senjata. Gejolak ini turut memengaruhi keputusan ESDM dalam menggenjot eksplorasi migas.
Diolah dari laporan Antara – Top News.


You must be logged in to post a comment Login