PERISTIWA
Perjuangan Hidup Bahlil Lahadalia, dari Penjual Kue Hingga Busung Lapar
Mengisahkan perjuangan Bahlil Lahadalia dari penjual kue cucur hingga mengatasi busung lapar.
PANTAU24.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan sejak masa kecil. Salah satu momen yang tak terlupakan baginya adalah berjualan kue cucur demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pengalaman ini diceritakannya dalam acara Bicara Bersama Retno Pinasti di Liputan6 SCTV.
Bahlil mengungkap bahwa ibunya membuat kue cucur setiap pagi seusai salat Subuh, dan tugasnya adalah menjual kue tersebut kepada teman-teman sekolahnya. “Karena kue ini adalah kue yang sering saya jual di pagi hari di saat saya masih SD. Jadi setiap pagi ibu saya habis sholat subuh bikin kue cucur, kemudian saya yang jajanin ke teman-teman sekolah saya,” ujarnya.
Bahlil menceritakan bahwa ia berasal dari keluarga yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit. Menjual kue cucur adalah salah satu cara untuk membantu keluarganya. Meski demikian, ia merasa bangga dan tidak pernah malu akan latar belakang ekonominya. “Saya kan dulu keluarga saya kan, ya mohon maaf, ya miskinlah. Saya tidak pernah malu untuk mengatakan bahwa kue ini yang pernah mempertahankan hidup saya dan orang tua saya. Kue ini,” katanya.
Perjuangan Bahlil terus berlanjut ketika ia melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Jayapura, Papua. Ia menyebutkan harus naik kapal perintis selama dua minggu dari Fakfak ke Jayapura, dengan kapal yang penuh muatan hewan dan bahan pangan. “Karena saya kuliah di Jayapura dari Fakfak ke Jayapura itu kan saya naik kapal perintis. Kapal perintis itu dalamnya itu kambing, ayam, singkong, campur lah gitu. Dua minggu aku. Baru tiba di Jayapura,” tuturnya.
Di Jayapura, Bahlil harus berjuang hidup tanpa sokongan keluarga. Ketika mengalami kesulitan makanan di asramanya, ia terpaksa menyantap mangga muda yang jatuh sebagai sarapan pagi. “Suatu ketika kami itu enggak ada makanan di asrama. Maka setiap pagi itu saya itu makan mangga muda. Bangun pagi, mangga muda jatuh. Itu kita pake sarapan pagi,” ujarnya.
Akhirnya, kondisi kesehatan Bahlil menurun hingga mengira terkena malaria karena perut kembung. Namun setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, diketahui bahwa ia menderita busung lapar. “Dikirain malaria. Jadi dikasih minum air sambiloto. Apa? Daun sambiloto itu dikasih panas, dikasih minum. Kok enggak sembuh-sembuh. Dibawa ke rumah sakit, ternyata busung lapar,” pungkas Bahlil.
Diolah dari laporan Liputan 6.


You must be logged in to post a comment Login