Connect with us

PERISTIWA

Kemensos Tingkatkan Perlindungan Siswa Sekolah Rakyat Pasca Insiden

Kemensos memperkuat pengawasan dan pengasuhan siswa Sekolah Rakyat setelah insiden di Pati dan Mamuju.

Published

on

PANTAU24.com – Plt. Kepala Pusdiklatbangprov Kementerian Sosial, Afrizon Tandjung, menyatakan bahwa insiden di Sekolah Rakyat Pati, Jawa Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat telah ditangani. Kejadian tersebut memicu evaluasi untuk meningkatkan pengawasan, pengasuhan, dan pencegahan agar insiden serupa tak terulang.

Disampaikan oleh Afrizon, insiden ini terjadi karena kesalahpahaman di antara siswa yang berasal dari latar belakang dan kebiasaan yang beragam. Hal ini terutama muncul dalam proses penyesuaian diri dengan kehidupan bersama di asrama. “Ada kesalahpahaman di antara siswa yang memiliki kebiasaan dan latar belakang berbeda. Dalam interaksi antarsiswa terjadi kontak yang mengakibatkan adanya luka. Anak yang mengalami luka sudah mendapatkan penanganan dari tim medis,” ujarnya pada Sabtu (10/10/2026).

Menurut Afrizon, pihak sekolah dan orang tua telah mencari solusi terbaik yang mengutamakan kepentingan dan masa depan anak-anak. “Sekolah dan orang tua sedang berkomunikasi untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin semua persoalan ditangani dengan baik, dengan tetap mengutamakan perlindungan dan kepentingan anak,” tambahnya.

Afrizon menegaskan pentingnya memperkuat pendampingan dan pengawasan, terutama dalam aktivitas sehari-hari di asrama. “Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan langkah-langkah pencegahan. Kami akan terus mencari jalan keluar, memperbaiki sistem pengawasan, dan meningkatkan kualitas pengasuhan agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Afrizon juga mengingatkan pentingnya menjaga privasi dan masa depan anak-anak yang terlibat. Setiap anak harus mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. “Sekolah Rakyat hadir untuk menjaga harapan dan masa depan anak-anak. Karena itu, setiap persoalan harus kita selesaikan dengan baik, setiap kekurangan harus kita perbaiki, dan setiap anak harus tetap kita lindungi,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.