Connect with us

PERISTIWA

Daftar Presiden Indonesia yang Pernah Jadi Korban Penyadapan

Prabowo menambah daftar presiden RI yang disadap. Sebelumnya, Habibie dan SBY juga menjadi korban penyadapan.

Published

on

PANTAU24.com – Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan dua perwira polisi lainnya menambah panjang daftar kepala negara Indonesia yang menjadi korban penyadapan. Setidaknya ada dugaan bahwa perbuatan tersebut berlangsung dari tahun 2025 hingga 2026 dan menargetkan sejumlah pejabat negara dan tokoh politik.

Menilik ke belakang, presiden dan mantan presiden RI beberapa kali menjadi sasaran penyadapan, baik oleh perangkat internal di Istana ataupun jaringan intelijen asing. Salah satu kasus yang menonjol terjadi pada masa kepemimpinan Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.

Pada 10 Desember 1998, terdapat dugaan penyadapan terhadap komunikasi telepon antara Presiden Habibie dan Jaksa Agung Andi Ghalib. Percakapan tersebut membahas penyelidikan dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto. Rekaman dari mikrofon tersembunyi di ruang kerja presiden ini menjadi sorotan publik setelah terungkap pada Februari 1999. Habibie menyebut perbuatan ini sebagai kejahatan intelektual dan menginstruksikan militer untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kasus lainnya menyangkut Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terungkap pada November 2013. Dokumen yang dibocorkan oleh mantan analis NSA, Edward Snowden, mengungkap adanya upaya penyadapan oleh badan intelijen Australia terhadap komunikasi SBY dan beberapa pejabat Indonesia pada Agustus 2009. Skandal ini memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Australia.

Deretan kasus penyadapan yang menargetkan para pemimpin Indonesia ini menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap privasi kepala negara masih menjadi masalah serius dan mengingatkan kembali pentingnya perlindungan informasi rahasia negara.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.