Connect with us

PERISTIWA

Delegasi Walkout di Sidang Umum PBB Memanas

Delegasi dari beberapa negara melakukan walkout selama Sidang Umum PBB, menyoroti pidato Erdogan, Trump, dan Pezeshkian terkait isu global.

Published

on

PANTAU24.com – Sejumlah delegasi melakukan aksi walkout saat para pemimpin Turki, Amerika Serikat, dan Iran menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 dan 23 September 2026. Aksi ini terkait pernyataan mereka mengenai isu Palestina, Iran, dan konflik internasional lainnya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memicu reaksi walkout dari delegasi Israel setelah mendesak negara-negara untuk mempertimbangkan kembali sikap mereka terhadap pengakuan Palestina dalam pidato pada 22 September. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Erdogan di tengah isu internasional yang sensitif.

“Pernyataan itu memicu delegasi Israel meninggalkan ruang sidang.”

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung sejumlah isu internasional, termasuk Kuba dan Iran. Trump menggambarkan Kuba sebagai “negara yang benar-benar gagal” dan mengatakan dirinya dihadapkan pada “keputusan besar” terkait Iran — apakah mencapai kesepakatan agar Iran dapat “bangkit kembali” atau mengambil langkah untuk “menghancurkan Republik Islam tersebut.”

Pernyataan Trump membuat delegasi Kuba dan sebagian besar perwakilan Iran meninggalkan ruangan.

Keesokan harinya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian berbicara di hadapan Sidang Umum PBB dengan menampilkan gambar anak-anak yang diklaim sebagai korban tewas di Minab. Pezeshkian menyalahkan Amerika Serikat atas pasokan senjata kepada Israel yang disebut sebagai penyebab jatuhnya korban, sambil menegaskan bahwa Iran bukan pihak yang melakukan teror. Pernyataan tersebut memicu walkout dari seorang pejabat Amerika Serikat.

Peristiwa serupa juga terjadi pada Sidang Umum PBB sebelumnya, ketika sejumlah delegasi melakukan walkout saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjalan menuju podium. Di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Netanyahu dijadwalkan menghadiri Sidang Umum PBB hanya untuk berpidato karena menentang kesepakatan gencatan senjata sementara yang disepakati AS dan Iran.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.