PERISTIWA
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak pada Pembatalan 275 Penerbangan Lion Group
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan pembatalan 275 penerbangan Lion Group, berdampak signifikan pada industri penerbangan.
PANTAU24.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan bagi industri penerbangan domestik di Indonesia. Berdasarkan proyeksi Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA), potensi kerugian yang ditimbulkan dapat mencapai Rp 10 miliar hingga Rp 19 miliar per hari bagi maskapai yang mengoperasikan rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) serta Bandara Radin Inten II Lampung (TKG). Jika gangguan operasional ini berlanjut selama satu pekan, akumulasi kerugian bisa membengkak hingga Rp 70 miliar hingga Rp 130 miliar.
Potensi kerugian ini terutama berasal dari hilangnya pendapatan akibat pembatalan penerbangan, yang diperkirakan berkontribusi sebesar 30-50 persen dari total potensi kerugian. Setiap harinya, diprediksi terjadi pembatalan antara 30 hingga 50 penerbangan dengan tingkat keterisian 80 persen, menyebabkan kehilangan pendapatan sebesar Rp 8-15 miliar. Sementara itu, tambahan biaya operasional seperti bahan bakar, kru pesawat, dan biaya parkir dapat mencapai Rp 1,5-3 miliar, serta kompensasi penumpang senilai Rp 500 juta-1,2 miliar.
Pada Senin (7/9), Lion Group mengumumkan pembatalan 275 penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma akibat sebaran abu vulkanik. Kebijakan ini dilaksanakan sesuai keputusan otoritas penerbangan sipil untuk menutup sementara kedua bandara guna menjamin keselamatan penerbangan.
Pembatalan tersebut meliputi rute domestik dan internasional, termasuk 35 penerbangan Lion Air, 130 penerbangan Batik Air, dan 85 penerbangan Super Air Jet dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selain itu, terdapat juga 17 pembatalan penerbangan Batik Air di Bandara Halim Perdanakusuma. Sedangkan untuk penerbangan internasional, 8 penerbangan Batik Air rute Soekarno-Hatta menuju Malaysia turut dibatalkan.
Untuk meminimalkan kerugian konsumen, Lion Group menawarkan opsi penyesuaian jadwal ulang dan pengembalian dana tiket secara penuh sesuai dengan regulasi yang berlaku. Keputusan ini diambil untuk menjaga retensi pelanggan di tengah situasi yang menantang.
Diolah dari laporan Kumparan.


You must be logged in to post a comment Login