Connect with us

PERISTIWA

Kalapas Cibinong Akui Rumah Dinas Tidak Dilengkapi CCTV

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putanto akui tidak ada CCTV di rumah dinas, dipertanyakan DPR terkait keamanan.

Published

on

PANTAU24.com – Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong nonaktif, Wisnu Hani Putanto, mengungkapkan bahwa belum ada pemasangan kamera pengawas atau CCTV di rumah dinas Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Hal ini diutarakan oleh Wisnu dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/9/2026). Ketika ditanya oleh anggota DPR, Yanuar Arif Wibowo, mengenai keberadaan CCTV di area rumah dinas, Wisnu menjawab, “Tidak ada, bapak,”.

Yanuar kemudian mempertanyakan alasan di balik tidak adanya kamera pengawas di tempat tersebut. Menurut Wisnu, pengawasan melalui CCTV hanya dipasang di blok hunian dalam lapas. Ia menambahkan, “Karena CCTV yang kami pasang hanya di blok-blok dalam.” Meski demikian, Yanuar mempertanyakan lebih lanjut mengapa instalasi CCTV dianggap penting tetapi tidak dilakukan, terutama selama Wisnu menjabat.

Wisnu menegaskan bahwa CCTV memang diadakan untuk tujuan keamanan, namun ia menekankan bahwa penggunaannya difokuskan pada area hunian. Ketika Yanuar mendesak mengenai urgensi pemasangan di rumah dinas, Wisnu masih belum memberikan jawaban yang memuaskan. “Iya, kenapa rumah dinas tidak dipasang CCTV, Pak? Itu kan tempat vital juga,” tanya Yanuar, menyarankan agar pengawasan lebih menyeluruh.

Yanuar mengkritik ketidakaktifan dalam pengadaan anggaran pemasangan kamera pengawas di area rumah dinas, mengingat Wisnu telah menjabat selama tiga tahun. “Kan aneh, tiga tahun di sana, ada tiga periode anggaran, Anda tidak mengajukan anggaran untuk pemasangan CCTV,” katanya. Dia menekankan bahwa keberadaan CCTV di area rumah dinas bisa meningkatkan pengawasan orang dan barang yang keluar-masuk.

Yanuar menekankan pentingnya penjelasan kepada publik untuk menghindari spekulasi tentang keamanan di area rumah dinas Lapas. “Iya, kan ini harus dijelaskan ke publik. Sejelas-jelasnya, seterang-terangnya,” tegas Yanuar pada akhir rapat tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.