Connect with us

PERISTIWA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Barat, Warga Bandar Lampung Terpapar

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar ke Bandar Lampung, memicu hujan abu saat malam hari.

Published

on

PANTAU24.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Sabtu (5/9) dini hari mengakibatkan abu vulkanik bergerak ke arah barat. Warga di provinsi Lampung termasuk Bandar Lampung mulai merasakan paparan abu tersebut pada Sabtu malam.

Warga daerah Sukarame, Bandar Lampung, bernama Dinda, melaporkan debu mulai terasa usai waktu magrib. “Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” ujar Dinda kepada CNNIndonesia.com. Debu ini cukup mengganggu, bahkan tampak di lantai rumah dan mengotori wajah.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, memperingatkan warga menggunakan masker dan pelindung mata. “Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar,” katanya. Ia menambahkan bahwa arah penyebaran abu bergantung pada angin dan meminta masyarakat mengikuti informasi dari petugas.

Berdasarkan hasil pemantauan pada periode pukul 06.00-12.00 WIB, erupsi terus terjadi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik. Suara gemuruh dan dentuman juga masih terdengar. Suwarno mengimbau agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik, serta menghindari mendekati kawasan gunung dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga, dan aktivitas vulkanik masih berlanjut. Masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan jika terjadi hujan abu. Jika harus beraktivitas di luar, disarankan menggunakan masker dan pelindung mata sebagai tindakan pencegahan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan CNN Indonesia – Nasional.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.