PERISTIWA
Stasiun Gambir Akan Direnovasi secara Bertahap Selama Dua Tahun
Stasiun Gambir di Jakarta akan direnovasi selama dua tahun untuk mendukung integrasi antarmoda dan peningkatan layanan KRL.
PANTAU24.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana merenovasi Stasiun Gambir di Jakarta Pusat, yang akan berlangsung secara bertahap selama dua tahun. Renovasi ini bertujuan untuk mendukung integrasi antarmoda transportasi massal seiring pembangunan Stasiun MRT Jakarta di kawasan sekitar. Penjelasan ini disampaikan oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam konferensi pers di Stasiun KRL BNI City pada Jumat (4/9/2026).
KAI akan memprioritaskan pengembangan layanan kereta jarak jauh terlebih dahulu sebelum menggarap fasilitas KRL. “Prioritasnya sebenarnya stasiun KRL,” kata Anne. “Ini sedang disiapkan, tetapi yang terutama dulu adalah kereta jarak jauhnya diberesin dulu, habis itu melakukan pembangunan KRL,” tambahnya. Anne menyatakan bahwa tahap awal fokus pada penataan layanan kereta jarak jauh, baru kemudian memperhatikan integrasi dengan MRT.
Renovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penumpang di Stasiun Gambir. Anne menyebutkan bahwa saat ini jumlah penumpang mencapai lebih dari 2 juta, dengan kemungkinan meningkat hingga tiga kali lipat seiring pertumbuhan tahunan sebesar 8-12%. “Sehingga kita harus menyiapkan Stasiun Gambir ini bisa melayani lebih banyak dibandingkan yang sekarang,” ujarnya.
KAI berencana membagikan timeline pelaksanaan proyek kepada publik setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi siap. Selain itu, perusahaan akan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pelaksanaan dan dampak pengerjaan renovasi untuk mengelola kepadatan selama proses renovasi berlangsung.
“Kita pasti akan lakukan sosialisasi dan edukasi bagaimana nanti layanan di Gambir dan pekerjaan apa yang sedang dilakukan,” tegas Anne. Upaya ini demi memastikan kemudahan aksesibilitas dan kenyamanan bagi para pengguna jasa saat Stasiun Gambir kembali beroperasi secara penuh.
Diolah dari laporan Detik – Finance.


You must be logged in to post a comment Login