Connect with us

PERISTIWA

PERADI Mendesak Polri Usut Kematian Pedagang Cermin di Pejompongan

PERADI mendesak Polri usut tuntas kematian pedagang cermin Bambang Setiyawan dalam insiden di Pejompongan.

Published

on

PANTAU24.com – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN PERADI) mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas kematian Bambang Setiyawan (59), seorang pedagang cermin yang tewas dalam insiden kericuhan di kawasan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat. Kematian ini terjadi setelah unjuk rasa pada Kamis (27/8/2026) malam.

Ketua Umum DPN PERADI, Ahmad Fikri Assegaf, menekankan bahwa insiden tersebut bukan sekadar musibah biasa. Menurutnya, ada indikasi kekerasan dan premanisme yang merenggut hak hidup warga negara. “Sebagai institusi yang mengemban amanat penegakan hukum dan keadilan, PERADI memandang peristiwa ini sebagai indikasi kuat adanya tindak kekerasan. Negara tidak boleh kalah atau permisif terhadap tindak kekerasan dan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun,” ujar Fikri dalam pernyataan resminya, Minggu (30/8).

Fikri menuntut Polri agar melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, serta akuntabel. Hal ini diperlukan untuk mengungkap kronologi lengkap, penyebab pasti kematian, hingga aktor intelektual yang diduga menggerakkan aksi kekerasan. Selain itu, PERADI juga meminta kepolisian memberikan akses informasi yang memadai dan berkala kepada keluarga korban.

Lebih lanjut, Fikri menekankan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law) dengan menindak pelaku tanpa memandang status maupun latar belakang kelompok. “Indonesia adalah negara hukum, sehingga setiap dugaan tindak pidana wajib diusut dan diproses sesuai hukum yang berlaku, tanpa tebang pilih,” pungkasnya.

Pegiat hukum dan masyarakat luas menanti langkah tegas kepolisian dalam menangani kasus ini sebagai uji konsistensi penegakan hukum di Indonesia.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.