Connect with us

PERISTIWA

Penyelamatan Berlanjut di Mal Ukraina Setelah Serangan Rusia

Penyelamatan di Ukraina berlanjut setelah serangan drone Rusia menghantam pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, menewaskan 16 orang.

Published

on

PANTAU24.com – Tim penyelamat di Ukraina terus mencari korban selamat di reruntuhan sebuah pusat perbelanjaan besar yang dihantam oleh Rusia pada Jumat lalu. Enam belas orang tewas dan 130 orang terluka ketika dua drone menyerang pusat perbelanjaan tersebut di Kryvyi Rih. Empat orang masih dinyatakan hilang, dan operasi pencarian serta penyelamatan diperkirakan akan berlangsung selama dua hari lagi.

Presiden Volodymyr Zelensky mengecam serangan yang disebutnya “sinis dan tercela” dimana drone kedua menargetkan petugas darurat. Sementara itu, bentrokan antara kedua pihak berlanjut semalam, dengan laporan yang menyebutkan serangan Ukraina menewaskan setidaknya empat orang di Rusia, termasuk dua anak-anak, serta tiga orang tewas di Ukraina akibat serangan Rusia.

Kepala daerah Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, menyatakan bahwa jumlah korban tewas mencapai 16 orang setelah satu jenazah ditemukan dari puing-puing semalam. “Kami melakukan segala yang mungkin untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan,” ujarnya kepada televisi Ukraina pada Sabtu pagi. Hanzha menambahkan bahwa operasi dapat berlangsung lebih lama karena skala kehancuran dan ancaman serangan lanjutan dari Rusia.

Tim penyelamat dari tujuh wilayah Ukraina lainnya telah dikerahkan untuk membantu mencari korban selamat pada Jumat malam. Kebakaran besar yang meliputi area seluas sekitar 9.000 meter persegi telah berhasil dipadamkan. Dalam pembaruan berikutnya, Hanzha menyebutkan bahwa 52 orang yang terluka, termasuk 14 anak, masih dirawat di rumah sakit di kota tersebut.

Sehari berkabung diadakan di seluruh daerah Dnipropetrovsk. Rekaman dramatis yang diverifikasi oleh BBC memperlihatkan drone kedua menghantam pusat perbelanjaan yang sudah terbakar. Militer Rusia belum memberikan komentar terhadap insiden ini. Ketua militer Kryvyi Rih, Oleksandr Vilkul, menilai bahwa drone terbang pada “ketinggian sangat rendah” dan menyebut pelaku sebagai “binatang”. Belum ada komentar resmi terkait kegagalan unit pertahanan udara Ukraina untuk mencegat serangan drone tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan BBC News.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.