Connect with us

PERISTIWA

KPK Ungkap Korupsi Jual Beli Kursi Maba di Unsoed

KPK mengungkap dugaan korupsi penerimaan maba di Unsoed, melibatkan beberapa fakultas, bukan hanya Kedokteran.

Published

on

PANTAU24.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang melibatkan beberapa fakultas, termasuk Fakultas Kedokteran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, serta Fakultas Hukum. Temuan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam.

Achmad Taufik Husein menyatakan, “Fakultas-fakultas lain yang juga masuk dalam skema di jalur mandiri yang kemudian ditransaksikan itu antara lain Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ya dan ada beberapa Fakultas Hukum.” KPK menemukan sebanyak 73 dari total 2.527 kuota mahasiswa baru jalur mandiri diduga dialokasikan untuk transaksi korupsi.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 20 Agustus 2026, KPK mengamankan sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed, termasuk Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq dan dua wakil rektornya. KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus ini, yakni Akhmad Sodiq, Norman Arie Prayogo, Mulyono (keponakan Sodiq), Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto (perantara), dan Eko Sumanto (Kepala Bagian Akademik Unsoed).

Selama OTT, KPK menunjukkan barang bukti berupa uang tunai yang merupakan hasil transaksi “jual beli” kursi mahasiswa baru tersebut. Praktik korupsi ini ditemukan berdasarkan dokumen-dokumen yang disita oleh penyidik di lapangan.

Kasus ini menunjukkan bahwa dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Unsoed tidak hanya terbatas pada Fakultas Kedokteran, melainkan juga melibatkan fakultas lain. KPK terus mendalami kasus ini untuk mengungkap pihak-pihak terkait lainnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Liputan 6.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.