Connect with us

PERISTIWA

Trump Upayakan Pertemuan dengan Kim Jong Un di Akhir Tahun 2026

Donald Trump berencana bertemu Kim Jong Un akhir 2026, membahas isu nuklir di tengah ketegangan diplomatik.

Published

on

PANTAU24.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan niatnya untuk bertemu kembali dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun 2026. Ini adalah upaya Trump untuk membangun kembali hubungan personal yang ia klaim kuat sejak masa jabatan pertamanya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Trump di Gedung Putih saat ia meninjau area helipad baru. Ketika ditanya oleh wartawan mengenai rencananya untuk bertemu dengan Kim Jong Un, Trump mengonfirmasi hal tersebut secara langsung. “Ya, saya akan menyampaikannya,” ujarnya.

Trump menekankan pentingnya menjalani hubungan baik dengan Pyongyang. Dalam keterangannya, ia juga mengungkapkan penilaiannya mengenai kekuatan militer Korea Utara, yang menurutnya, telah memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Pernyataannya ini mendapatkan tanggapan dari adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Meski tidak mengetahui adanya komunikasi terbaru antara Washington dan Pyongyang, ia menegaskan bahwa hubungan personal kedua pemimpin negara tersebut masih sangat baik.

“Terkait berita terbaru dari Washington mengenai komunikasi antara pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat, saya sama sekali tidak mengetahuinya,” kata Kim Yo Jong dalam pernyataan resminya, sambil menambahkan bahwa kakaknya masih memiliki kenangan baik terhadap Trump.

Langkah Trump yang mendadak memfokuskan perhatian pada Korea Utara, serta keputusannya untuk memangkas skala latihan militer gabungan dengan Korea Selatan, memicu kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Asia. Hal ini juga memunculkan spekulasi bahwa Trump tengah berusaha mencapai pencapaian diplomatik di tengah berbagai konflik lain yang sedang dihadapinya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Trump menganggap penting rencananya untuk bertemu Kim Jong Un, meski ia tetap menekankan sikap tegasnya terhadap kepemilikan senjata pemusnah massal di wilayah lain. Dia mengingatkan bahwa kepemilikan senjata nuklir Korea Utara seharusnya tidak terjadi dan menyatakan bahwa jika ia kembali menjadi presiden, ia tidak akan membiarkannya terjadi. “Dia memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat. Harusnya hal itu tidak pernah dibiarkan terjadi… Jika saya presidennya, saya tidak akan membiarkannya,” ujar Trump.

Meskipun Trump belum memberikan rincian mengenai jadwal dan lokasi pertemuan tersebut, Wall Street Journal melaporkan bahwa pertemuan dibidik berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, saat Trump menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November mendatang. Pengakuan terbuka mengenai jumlah hulu ledak nuklir Korea Utara terbilang tidak biasa bagi seorang presiden AS, karena secara resmi Washington tidak mengakui Korea Utara sebagai negara berdaya nuklir. Namun, estimasi Trump terkait 57 hulu ledak selaras dengan analisis lembaga independen dan pemerintah AS yang memperkirakan arsenal nuklir Pyongyang berada di kisaran 50 hingga 60 unit.

Diolah dari laporan Media Indonesia.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply